Wamensos: Angka Kemiskinan Ditarget 5 Persen Pada Tahun 2029

Angka kemiskinan di Indonesia ditargetkan hanya 5 persen diakhir kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada 2029 mendatang.

oleh Yandhi DeslatamaDiterbitkan 26 April 2025, 20:00 WIB
Suminta, lansia berkebutuhan khusus sejak lahir, tinggal seorang diri di rumah tengah sawah di Kampung Pasar Sore, Desa Kosambi Ronyok, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten. (Liputan6.com/ Yandhi Deslatama)

Liputan6.com, Serang - Angka kemiskinan di Indonesia ditargetkan hanya 5 persen pada akhir kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tahun 2029 mendatang. Kampus yang ada akan digandeng untuk turut aktif mensukseskan program tersebut. "Kemiskinan itu di tahun 2029 itu dikejar ya harus di angka di bawah 5 persen. Jadi dalam hal ini tentunya Kemensos kan tidak bisa kerja sendirian. Kita berkolaborasi dengan kementerian yang lain, dengan lembaga yang lain, termasuk dengan kampus," ujar Wamensos, Agus Jabo, di Untirta Banten, Rabu, (23/04/2025).

Sedangkan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia yang saat ini jumlahnya 3,17 juta ditargetkan bisa 0 persen atau hilang, pada 2026 mendatang. Kampus yang memiliki desa binaan serta Kuliah Kerja Nyata (KKN), diharap bisa berperan aktif untuk mensukseskan program tersebut. "Presiden meminta agar kemiskinan ekstrem di Indonesia yang jumlahnya sekitar 3,17 juta itu di tahun 2026 harus selesai," terangnya

Kemiskinan Ekstrem

Kondisi rumah nenek Amnah, sebagian ditutupi spanduk bekas, terpal, bahkan kain. Atap rumahnya ditambal menggunakan spanduk bekas hingga anyaman bambu. (Liputan6.com/ Yandhi Deslatama)

Agus Jabo menolak perhitungan BPS yang menyatakan masyarakat Indonesia dengan daya beli Rp21 ribu per hari sebagai salah satu cara untuk menekan angka kemiskinan. Menurutnya, hal itu menjadi acuan pemerintah untuk membantu masyarakat tidak mampu. Sedangkan menurut BPS, masyarakat miskin ekstrem itu daya belinya Rp400 ribu per bulan untuk setiap individu. 

"Nah itu yang kemudian memang menjadi prioritas bagi Kemensos bersama kementerian yang lain untuk fokus melakukan program-program, termasuk program sekolah rakyat dan sekarang ada Koperasi Desa Merah Putih itu, dalam rangka memotong rantai kemiskinan sekaligus memberdayakan masyarakat," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya