6 Fakta Film Gundik Dibintangi Maxime Bouttier, Luna Maya Jadi Wanita Siluman Dalam Dunia Gelap

Memerankan Nyai dalam film Gundik karya sineas Anggy Umbara, Luna Maya berbagi cerita soal adu akting dengan Maxime Bouttier hingga darah buatan.

oleh Wayan DianantoDiperbarui 23 April 2025, 12:31 WIB
Memerankan Nyai dalam film Gundik karya sineas Anggy Umbara, Luna Maya berbagi cerita soal adu akting dengan Maxime Bouttier hingga darah buatan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Mei 2025, Luna Maya akan menyapa para pencinta sinema lewat Gundik karya sutradara Anggy Umraba. Film ini bergenre gado-gado, memadukan heist, horor, drama, dengan nuansa romantisme plus bumbu komedi.

Belum dirilis, Gundik sudah jadi omongan publik. Film ini mempertemukan Luna Maya dan calon suaminya, Maxime Bouttier. Anggy Umbara menuturkan, pencarian pemain film Gundik butuh wkatu lumayan panjang.

“Pertama Agus Kuncoro dulu. Kami mau centralnya atau protagonisnya, perampok yang terbentur oleh kondisi. Mastermind-nya siapa, akhirnya dapat Agus Kuncoro. Itu paling pertama kami lock. Setelahnya, baru Nyai,” katanya.

Karakter Nyai akhirnya jatuh ke tangan Luna Maya. Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini merangkai 6 fakta film Gundik berdasarkan wawancara eksklusif bersama Luna Maya, Maxime Bouttier, dan Anggy Umraba.

 


1. Makan Sushi Ditraktir Luna Maya

Sutradara Film Gundik, Anggy Umbara berfoto untuk Liputan6.com di Gedung KapanLagi Youniverse (KLY), Jakarta Senin (14/4/2025). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Karakter Nyai dipercayakan kepada Luna Maya berawal dari obrolan sambil makan sushi di salah satu restoran Jepang di Jakarta. Anggy Umbara ditraktir Luna Maya. Sambil bersantap, keduanya membahas peran dalam film Gundik.

“Akhirnya saya memberanikan diri mengontak Luna Maya, kami bertemu dan makan sushi ditraktir Luna. Begitu dia oke, baru kami berani mengonfirmasi yang lain,” ujar Anggy Umbara di Gedung KLY Jakarta, baru-baru ini.

 


2. Luna Maya Mengira Bakal Jadi Perampok

Pemeran Nyai dalam Film Gundik, Luna Maya berfoto untuk Liputan6.com di Gedung KapanLagi Youniverse (KLY), Jakarta Senin (14/4/2025). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Anggy Umbara mempresentasikan film Gundik yang bergenre heist-horor. Mendengar ini, Luna Maya membayangkan bakal jadi salah satu perampok yang beraksi di rumah mewah. Ia antusias mengingat genre heist terbilang langka di Indonesia.

“Wah seru ini, karena heist movie dan jarang ada di film Indonesia. Saya kadung senang. Yay aku jadi perampok. Saya sudah senang. Lalu, saya bertanya: Nggy, gue jadi siapa? Dia bilang saya jadi Nyai,” Luna Maya berbagi cerita.

 


3. Nyai Lebih Susah, Tapi Lebih Enak

Anggy Umbara siapkan film Gundik yang bergenre horor heist. Film yang tanggal rilisnya masih dirahasiakan ini dibintangi Luna Maya dan Maxime Bouttier. (Foto: Koleksi Pribadi Anggy Umbara)

Bukan berarti karakter Nyai minim tantangan. Luna Maya menjelaskan, memerankan Nyai lebih susah tapi lebih “enak.” Artinya, karakternya lebih tajam. Penampilan fisiknya terkonsep pakai kebaya dan gesturnya sangat spesifik.

“Bagaimana gerak-geriknya lebih enak mencarinya. Secara penjiwaan lebih susah. Dia sangat kelam, berada di dunia kegelapan. Dia setengah siluman, setengah manusia. Aku tidak punya referensi apa rasanya setengah siluman,” ulasnya.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya