Rektor Pilih Bungkam Usai Dugaan Konsuler Tendang Alat Vital Mahasiswa FK PPDS Unsri

Dugaan kekerasan yang dilakukan dokter konsultan di RSUP Mohammad Hoesain Palembang kepada mahasiswa PPDS FK Universitas Sriwijaya (Unsri) (Liputan6.com / Nefri Inge)

oleh Nefri IngeDiperbarui 22 April 2025, 23:03 WIB
RSUP Mohammad Hoesain Palembang Sumsel (Liputan6.com / Nefri Inge)

Liputan6.com, Palembang - Kasus yang menyeret mahasiswa Pendidikan Program Dokter Spesialis (PPDS) di Indonesia kembali terjadi. Kali ini bukan mahasiswa PPDS yang menjadi pelaku, tetapi menjadi korban kekerasan yang diduga terjadi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Mohammad Hoesain Palembang Sumatera Selatan (Sumsel).

Kasus bermula saat akun Instagram @ppdsgramm memposting laporan jika ada mahasiswa PPDS Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang Sumsel, yang mengalami kekerasan fisik oleh konsulen atau dokter konsultan, hingga masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) P2 bedah di RSUP Mohammad Hoesain Palembang.

Bahkan, alat vitalnya sampai hematom, yakni daerah terkumpul di luar pembuluh darah karena kerusakan atau robekan pada pembuluh darah, akibat cedera atau kondisi medis tertentu. Biasanya, kondisi ini terlihat seperti memar atau lebam pada kulit.

Masalah awalnya gak ada min saat visite pasien kejadiannya. Saat ini korban sedang di SPI RSMH min perihal kejadiannya,” tulis dalam postingan Instagram @ppdsgramm.

Kabiro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman sudah mendengar laporan dugaan kekerasan yang dialami mahasiswa FK PPDS Unsri Palembang, tapi Kemenkes masih mendalami laporan itu.

"Masih kami dalami untuk kronologinya, karena info ini beredar dan viral, kami pastikan dulu," ujarnya.

Direktur Umum (Dirut) RSUP Mohammad Hoesain Palembang Siti Khalimah sedang melakukan investigasi untuk mencari kebenaran dari informasi tersebut.

"Tunggu ya, nanti kami kabari jika ada titik terang," ungkapnya.

Saat dimintai tanggapan terkait kasus yang menyeret mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Unsri, Rektor Unsri Prof Taufiq Marwa tidak menanggapi pertanyaan dari awak media.

Koordinator Humas RSUP Mohammad Hoesain Palembang Akhmad Suhaimi membenarkan adanya informasi dugaan kekerasan tersebut, tetapi belum ada laporan langsung pihak korban yakni PPDS Unsri sendiri.

Manajemen RSUP Mohammad Hoesain Palembang akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan petugas di lapangan, untuk memastikan lingkungan kerja tetap aman.

“Kami terus memastikan lingkungan kerja aman dan kondusif bagi seluruh tenaga kerja, maupun pasien dan keluarga,” ucapnya, Selasa (22/4/2025).

 

Tunggu Klarifikasi

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang Sumsel (Liputan6.com / Nefri Inge)

Mewakili rumah sakit, Akhmad Suhaimi meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi. Menurutnya, informasi yang beredar bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi beberapa pihak, sehingga masyarakat diminta untuk tidak berspekulasi sebelum adanya proses klarifikasi dari yang bersangkutan.

Jika permasalahan tersebut benar-benar terjadi yang mengakibatkan mahasiswa PPDS Unsri terluka, manajemen RSUP Mohammad Hoesain Palembang bisa menyelesaikannya secara kekeluargaan dan baik-baik, tanpa mengganggu pelayanan kesehatan di rumah sakit.

“Kami terbuka terhadap setiap laporan atau masukan dari masyarakat, demi peningkatan mutu dan layanan serta terciptanya suasana yang aman, nyaman dan saling menghormati di lingkungan rumah sakit,” katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya