6 Manfaat Kesehatan Bawang Hitam, Lebih Mujarab dari Bawang Putih

Salah satunya, proses penuaan menyebabkan bawang hitam mengandung lebih banyak antioksidan daripada bawang putih mentah.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 21 April 2025, 07:30 WIB
Ilustrasi bawang hitam/credit: pixabay.com

Liputan6.com, Jakarta - Bawang hitam adalah bawang putih mentah yang telah disimpan dalam suhu dan kondisi kelembapan tinggi yang terkontrol selama beberapa minggu. Siung bawang putih berubah jadi cokelat, lalu akhirnya menghitam akibat reaksi Millard.

Selain memiliki siung hitam, bawang hitam memiliki rasa lebih tipis dan konsistensi lebih lembut dan lengket daripada bawang putih mentah. Bahan ini juga menawarkan sejumlah manfaat kesehatan yang mungkin lebih besar daripada bawang putih mentah, yang belum disimpan dalam suhu tinggi.

Berikut enam manfaat bawang hitam, seperti dirangkum dari Healthline, Sabtu, 19 April 2025.

1. Mengandung lebih banyak antioksidan

Proses penuaan menyebabkan bawang hitam mengandung lebih banyak antioksidan daripada bawang putih mentah. Hal ini sebagian karena allicin, senyawa yang memberi bau tajam pada bawang putih saat dihancurkan, diubah jadi senyawa antioksidan, seperti alkaloid dan flavonoid saat bawang hitam menua.

Antioksidan adalah senyawa yang membantu melindungi sel-sel tubuh Anda dari kerusakan oksidatif, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Orang-orang kebanyakan mendapat antioksidan melalui makanan nabati, termasuk bawang putih mentah.

Satu studi tahun 2014 menemukan bahwa aktivitas antioksidan meningkat secara signifikan dalam bawang putih hitam selama penuaan. Dalam studi tersebut, bawang putih mencapai kandungan antioksidan puncaknya pada hari ke-21 penuaan.

2. Membantu mengatur gula darah

Gula darah tinggi yang tidak terkontrol pada penderita diabetes dapat meningkatkan risiko komplikasi, termasuk kerusakan ginjal, infeksi, dan penyakit jantung. Dalam sebuah studi tahun 2019 pada tikus yang diberi makanan tinggi lemak dan gula, pengobatan dengan ekstrak bawang hitam menghasilkan peningkatan metabolisme, seperti menurunkan kolesterol, penurunan peradangan, dan pengaturan nafsu makan.

 

Bukti Studi

Ilustrasi bawang hitam/credit: pixabay.com

Sebuah studi lama tahun 2009 pada tikus penderita diabetes menemukan bahwa bawang hitam tua menghasilkan tingkat aktivitas antioksidan lebih tinggi daripada bawang putih segar. Para penulis menyimpulkan bahwa bawang hitam tua dapat membantu mencegah komplikasi diabetes karena sifat antioksidannya.

Dalam studi hewan lain dari tahun 2019, para peneliti memberi tikus makanan tinggi lemak. Tikus yang mengonsumsi bawang hitam punya kadar glukosa dan insulin jauh lebih rendah dalam darah mereka dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsinya.

Penting untuk dicatat bahwa beberapa hasil ini berasal dari studi hewan dan para ilmuwan perlu melakukan lebih banyak studi tentang efek bawang hitam terhadap diabetes dan kadar gula darah pada manusia.

3. Mengurangi risiko penyakit jantung

Studi pada hewan menunjukkan bahwa bawang hitam dapat mengurangi indikator penyakit jantung, termasuk kadar kolesterol total, kolesterol jahat atau LDL, dan trigliserida dalam darah. Bumbu ini juga dapat meningkatkan kolesterol baik alias HDL.

Peneliti menemukan bahwa bawang putih mentah dan bawang hitam membantu membuka sirkulasi untuk melindungi jantung dari kerusakan. Studi hewan lain menemukan bahwa ekstrak bawang hitam membantu mengurangi lemak darah total, trigliserida, dan kolesterol total pada tikus yang diberi makanan tinggi lemak.

 

4. Melindungi Kesehatan Otak

Ilustrasi bawang hitam. (dok. Unsplash.com/Anshu A @anshu18)

Bawang hitam dapat membantu mencegah peradangan yang dapat mengganggu daya ingat dan memperburuk fungsi otak seiring berjalannya waktu. Para ilmuwan telah menyarankan bahwa peradangan pada sistem saraf dapat berperan dalam perkembangan penyakit Alzheimer.

Satu penelitian pada tikus menemukan bahwa bawang hitam dapat mengurangi peradangan otak yang disebabkan beta amiloid, bahkan meningkatkan daya ingat jangka pendek. Dalam penelitian lain, para peneliti menginduksi stres oksidatif di otak tikus. Pemberian ekstrak bawang hitam pada tikus mencegah stres oksidatif ini menyebabkan gangguan daya ingat.

5. Potensi khasiat antikanker

Beberapa penelitian menunjukkan efek positif bawang hitam dalam melawan sel kanker. Di penelitian tabung reaksi dalam darah 21 responden, ekstrak bawang hitam menunjukkan aktivitas stimulasi kekebalan, antioksidan, dan antikanker yang lebih kuat daripada ekstrak bawang putih mentah.

Satu penelitian pada manusia tahun 2006 menemukan bahwa ekstrak bawang putih tua (AGE) mungkin memiliki efek supresif pada sel kanker kolorektal. Namun, penelitian lainnya pada manusia tidak menemukan hal itu.

Para peneliti mencatat bahwa AGE tidak menghasilkan perbedaan signifikan dalam kualitas hidup pasien kanker. Penelitian ini masih awal dan para ilmuwan perlu melakukan lebih banyak penelitian tentang potensi khasiat bawang hitam dalam melawan kanker.

6. Membantu Melindungi Hati

fungsi bawang hitam ©Ilustrasi dibuat AI

Bawang hitam dapat membantu melindungi hati dari kerusakan yang dapat terjadi akibat paparan bahan kimia, obat-obatan, alkohol, dan kuman secara terus-menerus. Penelitian pada tikus menemukan bahwa bawang hitam memberi efek perlindungan jika terjadi cedera hati, mencegah kerusakan organ itu lebih lanjut.

Bawang hitam juga dapat membantu dalam kondisi yang lebih kronis. Misalnya, satu penelitian pada hewan menemukan bahwa bahan ini meningkatkan fungsi hati dalam kasus kerusakan hati kronis yang disebabkan alkohol, kemungkinan melalui aktivitas antioksidannya.

Baik bawang putih mentah maupun bawang hitam tampaknya tidak memiliki efek samping yang berarti. Namun, bawang putih mentah memiliki beberapa kelemahan yang mungkin dimiliki bawang hitam.

Mengonsumsi bawang putih mentah dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko pendarahan. Karena itu, orang yang mengonsumsi obat pengencer darah mungkin juga ingin menghindari bawang hitam dalam jumlah banyak.

Meski demikian, sebuah penelitian yang meneliti efek ekstrak bawang putih tua terhadap pembekuan darah di antara orang yang mengonsumsi obat pengencer darah dan menemukan bahwa hal itu tidak menimbulkan risiko serius. Namun, sebaiknya bicarakan dengan profesional kesehatan untuk menentukan apakah bawang hitam aman dan sesuai untuk Anda.

 

Infografis Daerah Penghasil Rempah di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya