Selundupkan 5 Ribu Semut, 2 Remaja Asal Belgia Ditangkap Otoritas Kenya

Kedua pelaku sempat mengaku bahwa mereka hanya melakukannya untuk kesenangan pribadi.

oleh Benedikta Miranti T.VDiterbitkan 17 April 2025, 20:40 WIB
Ilustrasi semut ©Ilustrasi dibuat AI

Liputan6.com, Nairobi - Dua remaja asal Belgia didakwa atas tuduhan perburuan liar setelah pihak berwenang Kenya menemukan mereka membawa ribuan semut yang dikemas dalam ribuan tabung reaksi.

Penangkapan ini memunculkan kekhawatiran baru soal tren penyelundupan satwa liar yang kini mulai menyasar spesies kecil namun penting secara ekologis.

Mengutip CNN, Kamis (17/4/2025), Lornoy David dan Seppe Lodewijckx, keduanya berusia 19 tahun, ditangkap pada 5 April lalu di sebuah wisma di Kabupaten Nakuru.

Saat ditangkap, mereka menyimpan 5.000 semut dalam 2.244 tabung reaksi yang telah diisi kapas agar serangga tersebut dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan. Keduanya terlihat terguncang saat menghadiri sidang di hadapan hakim di Nairobi, dan sempat ditenangkan oleh keluarga yang hadir di ruang sidang. Mereka mengaku hanya mengumpulkan semut untuk kesenangan pribadi dan tidak mengetahui bahwa tindakan tersebut melanggar hukum Kenya.

Dalam kasus terpisah namun serupa, warga Kenya Dennis Ng’ang’a dan warga Vietnam Duh Hung Nguyen juga didakwa atas tuduhan penyelundupan ilegal setelah ditemukan menyimpan 400 semut di apartemen mereka di Nairobi.

Pihak Kenya Wildlife Service (KWS) menyatakan bahwa keempat pelaku terlibat dalam upaya penyelundupan semut ke pasar Eropa dan Asia. Spesies yang diselundupkan termasuk Messor cephalotes, sejenis semut pemanen berwarna merah besar yang merupakan spesies asli Afrika Timur.

KWS menekankan bahwa ekspor ilegal semut ini bukan hanya melanggar kedaulatan Kenya atas keanekaragaman hayatinya, tetapi juga merugikan komunitas lokal dan lembaga riset dari segi manfaat ekologis dan ekonomi yang potensial.

“Kasus ini menunjukkan perubahan tren dalam perdagangan ilegal satwa liar — dari mamalia besar yang ikonik ke spesies yang kurang dikenal tetapi memainkan peran penting dalam ekosistem,” kata pernyataan resmi KWS.

 

Ada Potensi Penyebaran Penyakit

Ilustrasi semut. (dok. pexels.com/Asnida Riani)

Penangkapan dilakukan di wilayah yang menjadi rumah bagi berbagai taman nasional di Kenya, termasuk kawasan hutan yang subur seperti Hutan Ngong. Menurut Philip Muruthi, Wakil Presiden Konservasi di Africa Wildlife Foundation, semut berperan penting dalam menjaga kesehatan ekosistem, membantu proses pembusukan, memperkaya tanah, hingga menyediakan makanan bagi burung.

“Ketika Anda melihat hutan yang sehat, Anda mungkin tidak menyadari bahwa semua itu berkat interaksi dari organisme kecil seperti bakteri dan semut,” ujarnya.

Muruthi juga memperingatkan bahaya dari penyelundupan spesies ini terhadap industri pertanian di negara tujuan, terutama dalam hal penyebaran penyakit yang mungkin terbawa bersama spesies liar tersebut.

“Sekalipun ada perdagangan, harus ada regulasi yang jelas. Tak bisa sembarangan orang mengambil sumber daya alam kita,” tegasnya.

Semut-semut tersebut diperkirakan memiliki nilai hingga 1 juta shilling Kenya atau sekitar USD 7.700, tergantung jenis dan pasar tujuannya. Kini, keempat tersangka menghadapi proses hukum yang bisa menjadi preseden penting dalam perlindungan spesies kecil yang selama ini luput dari sorotan.

Infografis Daftar tumbuhan dan satwa dilindungi di Indonesia. (Liputan6.com/Tri Yasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya