Liputan6.com, Jakarta Seorang perempuan bernama Rahmi Syofia mengaku kehilangan sepeda saat diparkir di area parkir Stasiun MRT Setiabudi Astra pada Senin, 14 April 2025.
Upaya mendapatkan sepeda itu kembali dilakukan dengan melapor ke petugas di stasiun hingga Polsek Metro Setiabudi. Peristiwa yang dialami Rahmi pun mendapat atensi dari komunitas sepeda Bike to Work (B2W).
Advertisement
Menanggapi kejadian yang dialami Rahmi, pihak MRT Jakarta menyampaikan permohonan maaf.
"Atas kejadian tersebut, MRT Jakarta memohon maaf dan telah melakukan pendampingan kepada pelanggan (pemilik sepeda) melaporkan kejadian ke Kepolisian Sektor Metro Setiabudi serta menyerahkan rekaman CCTV atas kejadian dugaan pencurian dimaksud," kata Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Ahmad Pratomo dalam siaran pers diterima, Rabu (16/4/2025).
Ahmad memastikan, MRT Jakarta akan memberikan dukungan kepada kepolisian untuk mengungkap peristiwa pencurian sepeda tersebut.
Selain itu, lanjut Ahmad, MRT Jakarta juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Komunitas Bike to Work yang ikut andil dalam memberikan evaluasi perbaikan layanan serta fasilitas bagi pelanggan MRT Jakarta yang membawa sepeda.
Ahmad menegaskan, dalam waktu dekat, MRT Jakarta bersama kepolisian dan komunitas Bike to Work akan merumuskan perbaikan prosedur keamanan pada fasilitas parkir sepeda di sekitar stasiun.
Namun sementara waktu, dalam upaya perbaikan tersebut, kepada pesepeda diimbau untuk lebih waspada saat menggunakan fasilitas parkir sepeda di dekat stasiun MRT dengan penggunaan kunci pengamanan ganda.
"MRT Jakarta tetap berkomitmen dan berupaya dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pelanggan MRT Jakarta, termasuk bagi pelanggan yang menggunakan sepeda," kata Ahmad.
Polisi Selidiki
Plt Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Nurma Dewi, membenarkan proses penyelidikan sedang berjalan.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan keamanan stasiun. Saat ini, kepolisian masih menelusuri jejak pelaku pencurian sepeda melalui rekaman CCTV.
"Betul. Jadi sudah dilaporkan, kita lagi mengejar siapa yang melakukan, kapan, jam berapa, itu kita kejar. Tentunya kita sudah mendapatkan dari bukti penitipan, kemudian CCTV yang jelas kita sudah ambil dari TKP," kata Nurma kepada wartawan, Rabu (16/4/2025).
Nurma menerangkan kronologi secara singkat. Saat itu, Rahmi Syofia memakirkan sepeda dengan kondisi terkunci. Namun, saat kembali, sepeda justru telah hilang.
Akibatnya, Rahmi mengalami kerugian sekitar Rp3,3 juta. Hal itu berdasarkan keterangan korban yang disampaikan ke pihak kepolisian.
Korban Lapor Polisi Malah Diminta Kuitansi Pembelian Sepeda
Kasus ini viral setelah korban mencurahkan lewat rekaman video, dan diunggah di beberapa akun media sosial instagram. Saat membuat laporan, korban sempat heran diminta menunjukkan bukti kepemilikan sepeda lewat kuitansi.
"Lapor polisi kehilangan barang harus ada bukti kepemilikan. Nah bukti kepemilikan itu kuitansi. Kuitansi kalau kita belanja sudah hilang dong. Nah ini kita bikin dulu ya. Jadi dulu gua beli sepeda dengan harga Rp3.300.000," kata Rahmi seperti dikutip, Rabu (16/4/2025).