Mengulik Keindahan Lokasi International Golo Mori Jazz: Sunset yang Memukau, Membentangnya Bukit dan Laut, hingga Pancaran Bulan Purnama

Lokasi konser International Golo Mori Jazz 2025 yang indah di Labuan Bajo seolah membuktikan bahwa ada surga untuk tempat konser baru di Timur Indonesia.

oleh Ruly RiantrisnantoDiperbarui 14 April 2025, 19:49 WIB
Penampilan Maliq & D’Essentials saat tampil dalam konser International Golo Mori Jazz 2025 di Golo Mori Convention Center (GMCC), Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (12/4/2025). (Foto: Official International Golo Mori Jazz)

Liputan6.com, Jakarta Langit cerah dihiasi oleh sunset yang indah, menjadi pengalaman tak terlupakan bagi semua penonton serta orang-orang yang terlibat dalam event International Golo Mori Jazz 2025 yang digelar di Golo Mori Convention Center (GMCC), Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (12/4/2025).

Seluruh personel Maliq & D’Essentials, grup musik ternama yang membuka International Golo Mori Jazz 2025 (IGMJ 2025), tampil prima. Bahkan, sang vokalis, Angga, mengungkapkan kekagumannya pada lokasi konser yang sarat dengan keindahan alam baik itu di dataran, lautan, maupun di langit.

"Ternyata ada di dunia nyata apa yang kami gambarkan dari lagu-lagu kami. Bukan hanya lukisan," ujar Angga, usai tampil sebagai vokalis Maliq & D’Essentials di panggung utama IGMJ 2025, Leso Observation Deck. Kita menari di Golo Mori Jazz," ujar Angga mengiringi intro lagu "Menari".

Sebanyak 10 lagu mengalun dengan syahdu dalam konser ini, sembari penonton menikmati penampilan mereka dari sisi yang berbeda di International Golo Mori Jazz 2025. Tata suara yang jernih, serta gema alam dari bentangan bukit dan lautan, makin menambah magis susunan lagu yang dibawakan band asal Jakarta ini.

Musik, lirik, energi yang dicurahkan, ekspresi yang tulus, serta semesta, seolah berhasil saling terkoneksi dengan baik dan saling merespon satu sama lain. Sungguh pemandangan yang sanggup bikin merinding.

 


Bulan Purnama yang Menghiasi Langit Malam

Bulan purnama di International Golo Mori Jazz 2025 di Golo Mori Convention Center (GMCC), Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (12/4/2025). (Foto: Official International Golo Mori Jazz)

Sewaktu langit meredup, bukit-bukit indah di lokasi konser tetap menampakkan bentuknya lewat siluet. Di bawah terang bulan purnama, "Kahyangan" menjadi salah satu nomor pembuka Tohpati Orchestra. Suasana makin magis disusul dengan tembang "Jatuh Cinta". Mas Bontot, sapaan akrabnya, punya selera dan warna tersendiri dalam komposisi orkestranya.

Andien yang tampil setelahnya, turut mengomentari suasana indah malam itu usai menyanyikan lagu "Milikmu Selalu". "Begitu istimewa dan hangat, rasanya penuh cinta di panggung yang alamnya begitu indah," ungkap Andien.

"Golo Mori itu artinya adalah 'Bukit Tuhan'.Tak heran semua rasanya magis banget ketika kita menginjakkan kaki di sini. Dan di gunung ini, aku merasa musik itu seperti udara untukku. Dan malam ini, udara Golo Mori ini rasanya beda dari tadi malam waktu sound check, karena belum ada penontonnya," ucap Andien.

Lanjut Baca:

"Tapi sekarang aku merasa, walaupun anginnya cukup kencang di atas panggung, tapi hangat sekali karena bisa berbagi lagu dengan semuanya yang ada di sini.... Dan momen berharga ini ada bonus plus-plusnya dari Tuhan, yaitu full moon (bulan purnama). Ini adalah hal yang enggak bisa dibayar, aku yakin waktu nentuin tanggal juga tak tahu akan terjadi full moon malam ini," ucap Andien sebelum menyanyikan "Gemintang". "Gemintang" oun menjadi salah satu lagu paling esensial di momen malam ini. Langit yang akhirnya cerah penuh bintang di tengah lagu, dan terang bulan yang makin cantik, berpadu erat dengan lirik, musik, dan suasana yang saling merajut kenangan manis di International Golo Mori Jazz 2025.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya