WNA Rusia Menyusup ke Kereta Babaranjang, MTI Lampung Soroti Kelemahan Sistem Keamanan KA

Aditya menyebut peristiwa ini sebagai "alarm keras" atas lemahnya sistem keamanan perkeretaapian nasional, terutama pada kereta barang seperti Babaranjang yang sejatinya tidak diperuntukkan bagi penumpang umum.

oleh Ardi MuntheDiperbarui 14 April 2025, 19:38 WIB
Tangkapan layar rekaman video WNA menyusup ke dalam gerbong kereta pengangkut batu bara di Lampung menuai sorotan. Foto : (Akun YouTube Vaga Vegabond)

Liputan6.com, Lampung - Insiden penyusupan seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia ke dalam rangkaian kereta Babaranjang yang melintas dari Lampung menuju Palembang menjadi sorotan tajam dari Pembina Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Lampung, Aditya Mahatidanar.

Aditya menyebut peristiwa ini sebagai "alarm keras" atas lemahnya sistem keamanan perkeretaapian nasional, terutama pada kereta barang seperti Babaranjang yang sejatinya tidak diperuntukkan bagi penumpang umum. "Keberhasilan seorang WNA menempuh jarak ratusan kilometer tanpa terdeteksi menunjukkan adanya celah serius dalam pengawasan dan pengamanan," ujar Aditya yang juga merupakan dosen Teknik Sipil di Universitas Bandar Lampung, Senin (14/4/2025).

Babaranjang merupakan kereta angkutan batu bara yang beroperasi dari area tambang di Sumatera Selatan menuju Pelabuhan Tarahan, Lampung. Akses pada rangkaian itu seharusnya terbatas dan steril dari pihak tidak berkepentingan.

Aditya menegaskan bahwa insiden itu mencerminkan dua persoalan utama : lemahnya pengamanan di area vital seperti depo dan stasiun, serta minimnya penggunaan teknologi keamanan dan patroli aktif. “Dalam konteks transportasi modern, keamanan adalah harga mati,” tegas dia.

Dia mendorong agar PT Kereta Api Indonesia (KAI), khususnya Divre IV Tanjungkarang, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP (Standard Operating Procedure) keamanan kereta barang. "KAI harus memastikan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik rawan sudah tepat, penggunaan sensor gerak atau detektor panas di gerbong, intensifikasi patroli keamanan baik di rel maupun area sekitar dan penguatan kerja sama dengan aparat dan masyarakat sekitar jalur kereta," jelas dia.

Selain itu, menurutnya, edukasi publik juga penting agar masyarakat memahami bahwa aksi penyusupan ke kereta bukan sekadar pelanggaran ringan, tetapi tindakan ilegal yang berisiko tinggi. “Ini bukan sekadar ulah turis penasaran. Bila satu orang bisa menyusup tanpa diketahui, bisa saja celah ini dimanfaatkan untuk tindakan kriminal atau ancaman serius lainnya,” beber dia.

Dia mengingatkan bahwa di tengah gencarnya pembangunan transportasi publik yang aman dan profesional, aspek keamanan tidak boleh dikesampingkan. “KAI tak hanya bertugas mengangkut penumpang dan barang, tapi juga memastikan seluruh sistem berjalan dalam standar keamanan tertinggi,” pungkas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya