Geram dengan Koruptor, Prabowo: Mereka Rampok dengan Cara Sok Legal

Mengutip Youtube Liputan6, Prabowo berbicara terkait pandangannya terhadap kasus korupsi di Indonesia. Dia mengaku sangat geram dengan hal tersebut dan menilai tindakan tersebut adalah perampokan dengan cara yang seolah legal.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 07 April 2025, 18:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat melangsungkan wawancara khusus dengan Pemimpin Redaksi Liputan6 SCTV, Retno Pinasti di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang. (Dok. Tangkapan layar YouTube Liputan6 SCTV)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melangsungkan wawancara khusus dengan Pemimpin Redaksi Liputan6 SCTV, Retno Pinasti di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang. Mengutip Youtube Liputan6, Prabowo berbicara terkait pandangannya terhadap kasus korupsi di Indonesia.

Dia mengaku sangat geram dengan hal tersebut dan menilai tindakan tersebut adalah perampokan dengan cara yang seolah legal.

"Jangankan rakyat yang geram, saya juga geram! Saya juga geram masalah korupsi ini," tegas Prabowo.

Prabowo mengerti, situasi kekayaan Indonesia yang berlimpah adalah sasaran koruptor meraup keuntungan pribadi. Karenanya, presiden mencap mereka sebagai rampok kekayaan negara namun dengan cara yang seolah legal.

"Karena saya mengerti bahwa sumber daya kita sangat besar dan yang terjadi kasarnya adalah perampokan. Harus dikatakan perampokan dan perampokan itu kadang-kadang pakai cara-cara yang sok legal!," tegas Prabowo.

 

Modus Para Koruptor

Presiden Prabowo Subianto ingin seluruh provinsi di Indonesia memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Menurutnya, jumlah itu ideal untuk memaksimalkan potensi ekonomi nasional dari investasi.

Prabowo mengaku sudah mengerti beragam jenis modus dilakukan para koruptor. Bahkan dia menyinggung, cara-cara tender yang umum dilakukan dalam sebuah proyek negara sengaja diatur oleh mereka untuk bertindak kriminal dengan cara yang seolah tak melanggar hukum.

"Jadi kalau dicek tidak ada pelanggaran. Tender, tender sudah diatur siapa pemenangnya. Kadang-kadang tender itu diam-diam tidak diumumkan atau diumumkan hari Selasa jam 10, kemudian jam 2 sudah tutup. Ada masuk 3 penawaran, tapi semua related. Orang yang sama. Ini praktik sudah terjadi," beber Prabowo.

"Ini kan dari segi hukum tidak salah, jadi saya geram!," tuturnya.

 

Ada Keresahan

Saat berkonsultasi dengan Jaksa Agung, Prabowo membeberkan ada keresahan yang sama dengan praktik terkait. Malahan sebagai aparat penegak hukum, Jaksa Agung kerap dikalahkan hakim di pengadilan tingkat Mahkamah Agung.

"Jaksa Agung juga kadang-kadang geram. Kita sudah tangkap, kita sudah ungkap, sudah berhasil menang di pengadilan negeri. Naik banding kita menang, tapi di Mahkamah Agung saat peninjauan kembali (PK) kita dikalahkan," Prabowo menandasi.

Infografis Prabowo Perintahkan Kapolri, Jaksa Agung hingga KPK Sikat Koruptor. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya