Tak Hanya Kaya Protein, Konsumsi Kismis Ternyata Dapat Menurunkan Kolesterol

Siapa sangka, kismis ternyata selain kaya akan protein juga dapat menurunkan kolesterol bila dikonsumsi secara teratur.

oleh Sulung LahitaniDiterbitkan 07 April 2025, 09:04 WIB
Ilustrasi kismis (Credit: Freepik/jcomp)

Liputan6.com, Jakarta Ketika kita berpikir tentang buah — baik yang dikeringkan maupun yang tidak — kandungan proteinnya tidak selalu langsung terlintas dalam pikiran. Namun, ternyata beberapa buah sebenarnya mengandung protein yang relatif tinggi dibandingkan dengan buah lainnya.

Anda mungkin juga terkejut mengetahui bahwa salah satu buah berprotein tinggi tersebut mungkin sudah sangat Anda kenal: kismis. Ya, camilan kecil yang lezat ini menyediakan hampir 1 gram protein per porsi 1 ons.

Kismis juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Menurut sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam Nutrients, meskipun memiliki kandungan gula sebesar 60%, kismis mengandung banyak serat sehingga membuat Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga mengurangi nafsu makan.

Kismis juga penuh dengan antioksidan yang berkontribusi terhadap kesehatan jantung. Kismis juga dapat membantu mengendalikan bakteri penyebab gigi berlubang dan bahkan berperan dalam mencegah kanker dan penyakit Alzheimer.

Jika itu belum cukup untuk menginspirasi Anda untuk meraih segenggam kismis, kandungan seratnya bahkan dapat membantu menurunkan kolesterol. Tentu saja, ini adalah berita bagus bagi mereka yang suka makanan manis yang perlu menjaga kadar kolesterol mereka dalam kisaran yang sehat.

Faktanya, ahli jantung memasukkan kismis ke dalam daftar camilan sehat favorit mereka — dan itu benar-benar berarti. Dengan kata lain, tergantung pada tujuan dan masalah kesehatan Anda, kismis mungkin merupakan camilan yang sempurna untuk dikonsumsi di sela waktu makan.

 

Bagaimana Kismis Membantu Menurunkan Kolesterol dan Tekanan Darah

kismis berasal dari buah apa ©Ilustrasi dibuat AI

Dalam hal menurunkan kolesterol, serat larut dalam kismis dapat menurunkan LDL, yang juga dikenal sebagai kolesterol "jahat". Seperti dilaporkan oleh Health Digest, sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam Lipids and Health Disease menemukan bahwa mengonsumsi kismis tidak hanya membantu mengurangi kemungkinan penyakit jantung, tetapi jika dikombinasikan dengan jalan kaki secara teratur, hal itu akan semakin meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terhindar dari masalah kardiovaskular di masa mendatang.

"Kalium dan serat merupakan nutrisi penting untuk kesehatan secara keseluruhan dan terutama untuk mengendalikan tekanan darah," kata Lacy Puttuck, Ahli Diet Terdaftar di Top Nutrition Coaching, kepada Health Digest.

"Ada bukti yang menjanjikan bahwa pola makan tinggi serat membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan mengurangi risiko kejadian kardiovaskular."

 

Konsumsi dalam jumlah yang dianjurkan

Ilustrasi kismis. (Unsplash/Leohoho)

Puttuck melanjutkan dengan menjelaskan bahwa kalium juga dikaitkan dengan pengendalian tekanan darah dan menjaganya dalam kisaran yang sehat, selama Anda mengonsumsi jumlah harian yang direkomendasikan.

"Asupan serat yang direkomendasikan adalah 25 hingga 35 gram per hari dan asupan kalium direkomendasikan sebesar 2600-3400 mg per hari," kata Puttuck, seraya menambahkan bahwa kismis merupakan tambahan yang bagus untuk semua pola makan sehat karena nutrisi yang baik untuk jantung ini.

Kismis juga mudah dikonsumsi. Anda dapat memakannya langsung dari kotaknya atau mencampurnya dengan oatmeal pagi Anda untuk mengawali hari dengan sehat.

 

Cara Mengonsumsi Kismis Secara Bertanggung Jawab

Ilustrasi buah kismis. (Photo by Syed F Hashemi on Unsplash)

Namun, tidak seperti beberapa makanan sehat yang dapat Anda makan dan makan, kismis harus dikonsumsi dalam jumlah sedang karena kandungan kalorinya. Kismis juga tidak boleh menjadi satu-satunya sumber serat dan kalium, menurut Puttuck.

"Makan [kismis] setiap hari sebagai bagian dari rencana makan seimbang dapat meningkatkan asupan nutrisi utama ini dengan cara yang lezat dan mudah," kata Puttuck. "Kismis mudah dibawa dan mudah dijadikan camilan cepat saat bepergian serta dapat menjadi bagian penting dari rencana makan sehat."

Karena diet sehat adalah tentang menjaga keseimbangan antara makanan dan nutrisi, jika Anda ingin menambahkan lebih banyak kalium ke asupan harian Anda, maka beralihlah ke sayuran akar, jamur, brokoli, dan, tentu saja, pisang.

Anda juga dapat menambahkan jus seperti tomat, jeruk, dan jeruk bali ke dalam daftar tersebut. Mengenai serat, National Cancer Institute menyarankan dedak, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan lentil, dan jika Anda ingin asupan serat Anda lebih manis, maka selai kacang juga merupakan sumber yang baik.

Infografis Aturan Berkendara Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya