Pro-Kontra Bodyguard Lionel Messi Dilarang MLS

Yassine Cheuko, bodyguard Lionel Messi, dilarang MLS berada di pinggir lapangan, memicu perdebatan soal standar keamanan liga setelah membandingkan insiden penonton menerobos lapangan di Eropa dan AS.

oleh ThomasDiperbarui 02 April 2025, 17:09 WIB
Yassine Chueko menjadi pengawal Lionel Messi selama ia memperkuat Inter Miami (AP Photo)

Liputan6.com, Jakarta- Major League Soccer (MLS) baru-baru ini membuat keputusan kontroversial dengan melarang Yassine Cheuko, bodyguard Lionel Messi, berada di pinggir lapangan selama pertandingan. Keputusan ini diambil alih oleh MLS untuk meningkatkan kendali keamanan di seluruh stadion liga.

Yassine Cheuko, yang dikenal karena melindungi Messi dari penggemar yang menerobos lapangan, kini hanya diizinkan berada di ruang ganti dan zona campuran. Larangan ini terjadi setelah serangkaian insiden di mana penggemar menerobos lapangan untuk mendekati Messi.

Keputusan ini menimbulkan kontroversi, terutama dari Cheuko sendiri. Ia merasa kinerjanya justru membantu tim keamanan stadion. Ia membandingkan jumlah insiden penonton menerobos lapangan di Eropa (6 insiden dalam 7 tahun) dengan di Amerika Serikat (16 insiden dalam 20 bulan).

Perbedaan signifikan ini menurutnya menunjukkan bahwa masalah keamanan di MLS jauh lebih serius. Meskipun kecewa, Cheuko menyatakan memahami keputusan MLS dan akan tetap bekerja melindungi Messi di luar lapangan.

MLS menegaskan bahwa mereka bertanggung jawab penuh atas keamanan semua pemain, termasuk Messi, di dalam lapangan. Namun, pernyataan Cheuko telah memicu perdebatan publik tentang standar keamanan di MLS dan apakah langkah ini benar-benar meningkatkan keamanan atau justru sebaliknya. Banyak yang mempertanyakan apakah larangan terhadap bodyguard berpengalaman seperti Cheuko merupakan solusi tepat untuk masalah keamanan yang lebih kompleks.


Kontroversi Larangan Bodyguard Messi

Bodyguard Lionel Messi, Yassine Chueko, kembali jadi sorotan. Dia dengan sigap meringkus fans yang menerobos lapangan demi bisa memeluk La Pulga saat Inter Miami bertandang ke markas Los Angeles FC dalam lanjutan Major League Soccer, Senin (4/9/2023). (AP Photo/Ryan Sun)

Larangan terhadap Yassine Cheuko telah menimbulkan gelombang reaksi beragam. Banyak yang mendukung keputusan MLS, menekankan pentingnya konsistensi protokol keamanan dan menghindari potensi konflik antara bodyguard pribadi dan petugas keamanan stadion. Namun, tidak sedikit juga yang mempertanyakan efektivitas langkah ini. Beberapa bahkan berpendapat bahwa pengalaman dan keahlian Cheuko justru sangat berharga dalam menjaga keamanan Messi.

Cheuko sendiri, dalam wawancara dengan media Spanyol, mengungkapkan kekecewaannya. "Saya tidak diizinkan berada di lapangan lagi. Selama tujuh tahun saya di Eropa, bekerja untuk Ligue 1 dan Liga Champions, hanya enam orang yang pernah menginvasi lapangan," ujarnya seperti dilansir dari ESPN.

Ia menyoroti perbedaan signifikan antara tingkat keamanan di Eropa dan Amerika Serikat, menekankan bahwa pengalamannya dapat berkontribusi pada peningkatan keamanan di MLS.

Lanjut Baca:

Perbandingan yang dibuat Cheuko antara jumlah insiden di Eropa dan Amerika Serikat menjadi poin penting dalam perdebatan ini. Angka-angka tersebut menunjukkan perbedaan signifikan dalam tingkat keamanan, dan memunculkan pertanyaan tentang apakah MLS telah mengambil langkah-langkah yang cukup untuk mengatasi masalah ini. Larangan terhadap Cheuko tampaknya menjadi solusi yang kontroversial, dan efektivitasnya masih perlu dipertanyakan. Lebih lanjut, latar belakang Cheuko sebagai mantan anggota Navy SEAL juga menjadi sorotan. Pengalaman dan keahliannya dalam keamanan jelas menjadi aset berharga, dan larangan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang apakah MLS telah mempertimbangkan sepenuhnya implikasi dari keputusan mereka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya