Liputan6.com, Bandung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung mencatat sebanyak 79 gempa bumi terjadi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya sepanjang Maret 2025. Salah satu gempa dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia.
Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu mengungkap magnitudo gempa bumi terbesar yang tercatat adalah 5.2 magnitudo. Sementara terkecil yakni 1.4 magnitudo.
Advertisement
"Berdasarkan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi dengan kedalaman dangkal (D<60 km) sebanyak 63 kejadian, gempa bumi menengah (60 km≤D≤300 km) sebanyak 16 Kejadian dan gempa bumi dalam (>300 km) sebanyak 0 kejadian dengan rentang 4 km hingga 170 km," katanya dalam keterangan tertulis pada Rabu, 2 April 2025.
Teguh mengatakan, berdasarkan letak hiposenternya, 47 gempa bumi yang berpusat di laut. Sedangkan 32 kejadian gempa bumi lainnya berpusat di darat.
"Sepanjang periode bulan Maret 2025 terdapat 5 kali gempa bumi yang dirasakan. Salah satu kejadian gempa bumi dirasakan tersebut terjadi pada tanggal 15 Maret 2025 pukul 06:55:10 WIB," tuturnya.
Gempa bumi berkekuatan 5.2 magnitudo tersebut berpusat di 7.15 LS dan 106.11 BT pada kedalaman 17 km, dan dirasakan di daerah Pelabuhanratu, Cicurug, Kabandungan, Cidolog, Sukaraja, Simpenan, Bogor, Cianjur, Lebak, Pandeglang III MMI, Serang, Tangerang, dan Depok II-III MMI.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia dan memiliki mekanisme sumber pergerakan naik (thrust fault)," ucap Teguh.
BMKG pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Serta menghindari bangunan-bangunan retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa bumi," kata Teguh.
Langkah-Langkah Menyelamatkan Diri saat Gempa Terjadi
Saat terjadi gempa, masyarakat perlu memahami langkah-langkah keselamatan guna melindungi diri. Terlebih, Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi gempa.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan saat terjadi gempa:
Siapkan Tas Darurat
Tas darurat wajib disiapkan sebelum gempa terjadi. Isi tas dengan barang-barang penting seperti air, makanan, obat-obatan, senter, baterai, dokumen penting, dan ponsel dengan baterai cadangan.
Cari Titik Aman
Hindari bersikap panik saat gempa terjadi. Cobalah untuk tetap bersikap tenang dan fokus mencari tempat berlindung yang aman. Selain itu, pastikan pula seluruh anggota keluarga tahu jalur evakuasi dan titik kumpul.
Jika berada di dalam bangunan, cobalah untuk berlindung di bawah meja atau tempat yang kokoh. Pastikan kepala dan leher terlindungi dengan tangan.
Sementara jika berada di luar ruangan, hindari berada di dekat bangunan, pohon, dan tiang listrik. Jika berada di dalam kendaraan, hentikan kendaraan di tempat aman. Hindari jembatan atau terowongan.
Cek Kondisi Sekitar
Setelah gempa terjadi, pastikan keamanan diri dan anggota keluarga sebelum membantu orang lain. Selain itu, jauhi bangunan rusak yang berpotensi runtuh.
Penulis: Arby Salim