Eksklusif, Lele Leila Bongkar Beda Proses Kreatif Naskah Film Pabrik Gula dan KKN di Desa Penari

Penulis naskah Lele Leila membongkar proses meracik naskah Pabrik Gula yang akan tayang di bioskop, Lebaran 2025. Ini beda dengan KKN di Desa Penari.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 28 Maret 2025, 21:00 WIB
Penulis naskah Lele Leila membongkar proses meracik naskah Pabrik Gula yang akan tayang di bioskop, Lebaran 2025. Ini beda dengan KKN di Desa Penari. (Foto: Wayan Diananto)

Liputan6.com, Jakarta Penulis skenario Lele Leila membongkar proses meracik naskah film Pabrik Gula yang akan tayang di bioskop Indonesia, libur Lebaran 2025. Ini bukan kali pertama ia menulis naskah film untuk tayang jelang Idulfitri.

Sebelumnya, Lele Laila melahirkan KKN di Desa Penari hingga tembus 10 juta penonton sekaligus jadi film Indonesia terlaris sepanjang masa. Tahun lalu, ia kembali ke kontestasi Lebaran bersama Badarawuhi di Desa Penari.

Meski demikian, tetap saja Lele Leila deg-degan mengingat, ada lima film Indonesia yang berlaga di Lebaran tahun ini. Selain film Pabrik Gula, ada Norma: Antara Mertua dan Menantu, Qodrat 2, Jumbo, serta Komang.

Dalam sesi wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com, di Jakarta Selatan, baru-baru ini, Lele Leila membeberkan beda proses kreatif antara menulis naskah KKN di Desa Penari dan Pabrik Gula. Nonton, yuk!

 


Tak Sampai 10 Kali Revisi Skrip

Film Pabrik Gula karya sineas Awi Suryadi akan berlaga di libur Lebaran 2025. Dibintangi Arbani Yasiz dan Erika Carlina, skenarionya digarap Lele Leila. (Foto: Wayan Diananto)

Pengerjaan naskah Pabrik Gula relatif lebih ringkas dan tak banyak revisi. Ini salah satu yang disyukuri Lele Leila. Jumlah revisi naskah Pabrik Gula lebih sedikit ketimbang KKN di Desa Penari. Tak sampai 10 kali.

“Enggak terlalu banyak revisi. Enggak sampai 10 kali revisi. Lempeng, alhamdulillah karena ketika bikin, aku risetnya cukup lama jika dibandingkan dengan penulisan skenarionya,” kata Lele Leila dengan wajah semringah.

Yang lama justru riset seputar urban legend sejumlah pabrik gula di Indonesia kemudian mengelaborasi sejumlah utas dari Simpleman. Di sinilah letak perbedaan mendasar jika dibandingkan dengan menulis KKN di Desa Penari.

“Jadi ini lebih beda dengan KKN di Desa PenariKKN di Desa Penari full mengambil sama persis dengan yang Simpleman punya. Kalau yang ini ada cerita-cerita Simpleman yang agak susah kalau difilmpanjangkan,” ia membeberkan.

“Karena (cerita seputar Pabrik Gula buatan Simpleman) kayak omnibus cerita. Akhirnya aku harus menyusun ulang utasnya lalu menambal hal-hal yang enggak ada bersama Simpleman,” Lele Leila menyambung.

 


Hal Paling Susah: Elemen Komedi

Ada 5 film Indonesia yang akan tayang di Lebaran 2025. Salah satunya, Pabrik Gula karya sineas Awi Suryadi yang hadir dalam versi 17 dan 21 tahun ke atas. (Foto: Dok. Instagram @manojpunjabimd)

Selama menambal sulam omnibus cerita Pabrik Gula, Lele Leila dan Simpleman sering berdiskusi soal inti momen, mau diapakan, lalu arah ceritanya nanti ke mana. Lalu, jadilah naskah utuh Pabrik Gula untuk difilmkan Awi Suryadi.

Lanjut Baca:

Produser MD Pictures, Manoj Punjabi, meng-ACC naskah tersebut. Perburuan pemain dimulai lalu didapat konfigurasi menawan yakni Arbani Yasiz, Erica Carlina, Ersya Aurelia, hingga bintang senior seperti Budi Ros dan Dewi Pakis. Di sela penyusunan naskah, ada satu hal paling susah yakni meracik unsur komedi. “Bagian yang paling susah itu komedi. Karena ini kali pertama saya menulis komedi. Saya ditemani konsultan komedi, Nona Ica yang menulis naskah Sekawan Limo,” akunya. Beruntung Awi Suryadi mendapat barisan komedian yang tampil asyik dan bikin naskah Lele Leila makin hidup. Mereka yakni Benidictus Siregar (sebagai Franky), Arif Alfiansyah (Dwi), Yono Bakrie (Rano), dan Sadana Agung (Karno). “Sadana, Beni, Mas Arif dan Yono, mereka sudah ready untuk meramu juga menambah-nambahi jadinya enak banget,” Lele Leila menyambung seraya menyadari Pabrik Gula mengukuhkan posisinya sebagai penulis naskah spesialis horor. Lele Leila tak keberatan dijuluki penulis spesialis horor. Mengingat, ia melahirkan banyak film horor laris dalam beberapa tahun terakhir. Selain KKN di Desa Penari dan prekuelnya, ada Danur: I Can See Ghosts, Sijjin, Pemandi Jenazah, Qorin, hingga Ivanna.  

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya