Kerap Byar Pet, Warga Mesir Kampanye Tolak Bayar Listrik

Pengguna media sosial memohon agar kementerian memadamkan listrik Jumat malam. Agar mereka bisa menonton Arab Idol.

oleh Elin Yunita KristantiDiterbitkan 26 Mei 2013, 09:20 WIB
Penduduk Mesir di seantero negeri dibikin frustasi gara-gara pemadaman listrik yang dilakukan berulang kali dalam beberapa minggu terakhir. Byar pet, sama sekali tak bisa ditebak kapan menyala, kapan mati.

Warga yang emosi dan frustasi menggelar kampanye, yang meminta konsumen tak membayar tagihan listrik, setidaknya sampai layanan dipulihkan.

Kampanye salah satunya digelar di situs jejaring sosial, Facebook. Gerakan "No service, No payment" atau "tak ada layanan, tak usah bayar" -- mengimbau pelanggan tak membayar tagihan.

Laman Facebook gerakan tersebut juga memposting catatan yang dipasang warga di pintu rumahnya yang berbunyi, "Kolektor tagihan listrik terkasih, silakan menghargai diri sendiri dengan tidak mengetuk pintu ini. Ambil beban listrik - yang tidak kami gunakan - dari mereka yang memotongnya. Ini peringatan awal."

Administrator gerakan,  Hassan Nassar mengatakan, ini adalah gerakan damai untuk memprotes kementerian urusan listrik.

"Kami tak mendapatkan layanan, jadi kenapa kami harus membayar untuk itu?," kata dia seperti dikutip dari Al Arabiya, Minggu (26/5/2013). Dia menambahkan, pemadaman listrik terjadi 3-5 jam sehari, di sejumlah distrik di Kairo.

Nassar menambahkan, warga yang tinggal di timur laut Kairo, merespon positif inisiatif itu. Di kota industri dan pertanian, el-Mahalla el-Kubra, jamaah Salat Jumat bahkan menggunakan pengeras suara masjid untuk mengimbau warga agar tak usah bayar tagihan listrik.

Selebaran dibagikan pada para jamaah, dengan pesan yang sama. Demikian dilaporkan surat kabar Youm7.

Sepanjang hari terakhir, kaum muda membanjiri Facebook dan Twitter dengan ekspresi kekecewaan mereka. "Pekerjaan paling buruk di seluruh Mesir adalah menjadi kolektor tagihan listrik," tulis pengguna Twitter,  @HanyAEllatif2h.

Poster lucu yang dibuat pengguna media sosial memohon agar kementerian memadamkan listrik Jumat malam, agar mereka bisa melihat acara satir yang dipandu Bassem Yousef, dan tentu saja ajang adu bakat, Arab Idol.

Penduduk  Port Said, Shahinda Gharib,  yang sedang menempuh pendidikan master mengatakan, pemadaman listrik membuat pelajar stres. "Pelajar kehilangan konsentrasi. Dengan udara sepanas ini dan kurangnya cahaya, aku tak lagi termotivasi untuk belajar."

Kekecewaan rakyat soal ketersediaan listrik menjalar ke Presiden Mohammed Mursi yang dianggap tak becus.

Sementara, kementerian listrik meminta maaf dalam pernyataan resminya minggu lalu. "Kekurangan bahan bakar membuat generator sulit memenuhi konsumsi yang terus meningkat," demikian pernyataan yang dimuat al-Ahram Online. (Ein/*)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya