Cuaca Indonesia Hari Ini Senin 17 Maret 2025: Waspada Hujan Guyur Mayoritas Kota Besar

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi mayoritas kota besar di Indonesia akan diguyur hujan ringan hingga lebat disertai petir pada Senin (17/3/2025) hari ini

oleh Nasrul FaizDiterbitkan 17 Maret 2025, 07:30 WIB
Kondisi lalu lintas saat hujan mengguyur Jakarta, Senin (26/10/2020). BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca berupa potensi terjadinya hujan lebat disertai petir dan angin kencang dampak dari siklon tropis Molave hingga 27 Oktober 2020. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi mayoritas kota besar di Indonesia akan diguyur hujan ringan hingga lebat disertai petir pada Senin (17/3/2025) hari ini. Semua pihak diimbau untuk mewaspadai potensi dampak yang mungkin terjadi.

Melansir dari Antara, Prakirawati BMKG Satriana, menjabarkan bahwa potensi hujan berintensitas ringan atau dengan curah hujan kurang dari 2,5 mm per jam mengguyur Kota Medan, Jambi, Palembang, Denpasar, Banjarmasin, Samarinda, Ternate, Sorong, Manokwari dan Jayapura.

Hujan berintensitas sedang atau curah hujan lebih dari 4,0 mm per jam akan mengguyur Kota Padang, Bengkulu, Jakarta, Serang, Bandung, Mamuju, Makassar, Palu, Kendari, Manado, Jayawijaya.

Hujan deras dengan curah hujan lebih dari 5,0 mm per jam diprakirakan mengguyur Kota Nabire. Sementara Kota Pekanbaru, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Kupang, Palangka Raya, Tanjung Selor, dan Merauke hujan yang disertai dengan petir.

Kemudian untuk Kota Banda Aceh, Tanjung Pinang, Pontianak, Gorontalo dan Ambon diprakirakan berawan dan atau berkabut sepanjang hari dengan suhu berkisar 25-30 celsius.

 

Dinamika Atmosfer

Awan tebal menjelang hujan lebat disertai angin kencang atau cuaca ekstrem. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Satriana juga memaparkan bahwa potensi hujan yang hampir merata di sejumlah kota besar itu dipengaruhi oleh dinamika atmosfer.

Di antaranya BMKG memantau keberadaan sirkulasi siklonik yang membentuk daerah perlambatan angin memanjang di Samudera Hindia barat Lampung, Laut Timur dan Teluk Carpentaria.

Kondisi ini dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan awan penghujan dan gelombang laut tinggi disepanjang kawasan sirkulasi siklonik yang memiliki tekanan udara rendah itu.

 

Kecepatan Angin

BMKG juga mendeteksi adanya peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot di laut China Selatan, barat Sumatera, selatan Banten, Laut Flores, Samudera Hindia selatan Sumatera – Jawa yang dapat memicu gelombang laut tinggi dan diharapkan bisa diwaspadai masyarakat termasuk pelaku pelayaran kapal.

Selain itu, BMKG mengimbau untuk mewaspadai banjir rob di pesisir Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan.

Infografis Mitigasi Bencana Antisipasi Cuaca Ekstrem Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2023. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya