Liputan6.com, Jakarta Menjadi film animasi Indonesia pertama yang akan dirilis secara global, JUMBO hadirkan para pengisi suara yang bertabur bintang, di antaranya Angga Yunanda, Cinta Laura Kiehl, Ariyo Wahab, Bunga Citra Lestari, dan Ariel NOAH.
Salah satu pengisi suara pada film JUMBO, ialah Ariel NOAH. Ariel mendapatkan peran sebagai voice actor untuk Ayah Don. Dalam acara Press Screening film JUMBO, Ariel mengaku ini menjadi pengalaman yang menyenangkan karena pertama kalinya mendapatkan kepercayaan untuk menjadi voice actor.
Advertisement
“Seru, banyak hal baru, gak semudah yang dibayangkan di saat menonton filmnya,” ucap Ariel NOAH dalam acara Press Screening dan Press Conference Film JUMBO di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Kamis (13/3/25).
Ariel menambahkan, bahwa saat nonton filmnya ia hanya membayangkan serunya saja dan ingin menjadi pengisi suaranya. Namun, setelah dicobain gak semudah itu, dan menjadi pengalaman baru sekaligus butuh belajar lagi untuk menjadi voice actor.
Pertama kali mendapatkan peran tersebut, Ariel merasa ketagihan dan ingin menjadi pengisi suara lagi namun untuk peran penjahat. “Karena masih proses belajar, next pengen nyobain bisa lebih bagus lagi atau gak ya. Dan aku mau jadi villain, karena bisa lebih eksplor suaranya juga lebih jahat,” ujar Ariel NOAH menjelaskan.
Alasan Tertarik Menjadi Voice Actor Ayah Don
Sebelum akhirnya menjadi salah satu pengisi suara dalam film JUMBO, Ariel NOAH dari dulu memang suka menonton film animasi. Namun, saat ditawari Ariel memikirkan bagaimana caranya ia menyamakan emosi suara dengan emosi karakternya.
“Jadi, saat ditawari menjadi salah satu tantangan yang seru banget, apalagi prosesnya dilakuin waktu pandemi dan banyak energi yang gak kepake, hingga kayanya berpikir ini mesti dicoba,” ucap Ariel NOAH.
Tantangan Menjadi Voice Actor
Menurut Ariel NOAH yang berperan jadi voice actor Ayah Don, mengaku ada tantangan tersulit saat menjalani prosesnya. Ariel berusaha menampilkan performanya yang maksimal, agar cocok suaranya dengan karakter Ayah Don.
Walaupun sebelumnya juga diajarin dulu, bagi Ariel semua bagian adalah challenge untuknya. Karena ia tak hanya sekedar bicara saja, namun ingin mendapatkan emosinya juga terutama saat adegan perpisahan, ia ingin mendapat emosi dalam adegan tersebut.