Liputan6.com, Tepi Barat: Sekitar 200 warga Israel dan Palestina secara serentak menggelar unjuk rasa menentang tembok pemisah yang dibangun Israel di dekat Qalqilya, Tepi Barat. Mereka menilai tembok pemisah setinggi delapan meter itu akan mengisolasi Kota Qalqilya dan kota-kota Palestina lain. Di bawah pengamanan ketat, mereka membentangkan spanduk raksasa menentang pembangunan tahap pertama tembok yang memisahkan Tepi Barat dengan Israel itu.
Pembangunan tembok itu ditentang juga karena pengerjaannya tanpa persetujuan internasional. Dalam hal ini, pemerintah Israel menyatakan pembangunan tembok tersebut dilakukan sebagai perlindungan bagi warganya untuk menghindar dari para militan Palestina yang kerap menggelar aksi bom bunuh diri. Di sisi lain, warga Palestina menilai negeri Zionis tersebut telah mencuri sebagian wilayah teritorial mereka dengan pembangunan tembok itu.(ORS/Pinta)
Pembangunan tembok itu ditentang juga karena pengerjaannya tanpa persetujuan internasional. Dalam hal ini, pemerintah Israel menyatakan pembangunan tembok tersebut dilakukan sebagai perlindungan bagi warganya untuk menghindar dari para militan Palestina yang kerap menggelar aksi bom bunuh diri. Di sisi lain, warga Palestina menilai negeri Zionis tersebut telah mencuri sebagian wilayah teritorial mereka dengan pembangunan tembok itu.(ORS/Pinta)