Tak ada momen lebih baik bagi Bayern Muenchen untuk bisa jadi juara Liga Champions ketimbang musim ini. Bayangkan, dalam tiga tahun terakhir, final kali ini adalah final ketiga FC Hollywood. Muenchen mampu menembus final pada 2010 dan 2012. Keduanya gagal mereka menangkan.Final Liga Champions di Stadion Wembley, Minggu (26/5/13) dini hari WIB bakal menjadi saksi siapa yang terbaik di kancah sepak bola Eropa musim ini. Bayern Muenchen hadir dengan percaya diri karena sudah mengalahkan Barcelona di semifinal dengan skor telak 7-0. Dortmund juga tidak kalah meyakinkan, meski menang tipis 4-3 atas Real Madrid.Di final Liga Champions kali ini, Muenchen punya misi khusus. Selain tentunya memastikan gelar juara, Muenchen juga mengincar "Badge of Honour" atau Badge kehormatan. Badge berbentuk trofi Liga Champions ini hanya bisa didapatkan klub yang sudah memenangi trofi Liga Champions sebanyak lima kali. Baru ada tiga tim yaitu Liverpool, Milan dan Real Madrid yang sudah punya badge kehormatan ini.Tentu menjadi sebuah kebanggaan bagi Muenchen bisa memastikan trofi Liga Champions musim ini. Penantian mereka sudah sangat lama: 12 tahun. Terakhir, Bayern Muenchen menjadi juara pada 2001. Muenchen saat itu menjungkalkan Valencia 5-4 (1-1 di waktu normal) lewat adu penalti. Badge kehormatan seharusnya sudah didapatkan sejak lama. Muenchen sudah tampil di 10 kali final. Rinciannya lima kali juara dan lima kali gagal.Artinya, Muenchen memang sangat haus gelar dan akan menumpahkan semua kekecewaan di dua final terakhir pada laga ini. Muenchen pasti bakal merasakan ketegangan, tapi penampilan yang apik sejauh ini membuat mereka sulit dinafikkan peluangnya. Bahkan rumah judi banyak yang memfavoritkan Muenchen bakal keluar sebagai juara. Rasa penasaran dirasakan oleh Jupp Heynckes, pelatih Muenchen. Meski sudah 30 tahun berpengalaman sebagai pelatih, Heynckes mengaku tak pernah merasa antusias seperti musim ini. "Saya tak pernah melalui sebuah musim seperti ini, itulah mengapa musim ini sangat luar biasa," katanya."Kami sudah memecahkan hampir semua rekor. Biasanya, ketika Anda banyak mencetak gol, Anda juga kemungkinan bakal banyak kemasukan, tapi....pemain seperti Arjen Robben, Franck Ribery, Mario Gomez, Mario Mandzukic, Thomas Mueller dan Xherdan Shaqiri juga mampu bertahan dengan baik. Itu paling penting di sepakbola modern," tambah pelatih berusia 67 tahun ini.Sementara itu, Dortmund mengincar gelar kedua Liga Champions di laga ini. Meski tanpa Mario Goetze, pemain muda berbakat yang hijrah ke Muenchen Juli nanti, kekuatan Dortmund tetap tak bisa dinafikan. Pola penyerangan yang sporadis ditambah kekuatan dari pemain sayap, Marco Reus atau Ilkay Gundogan yang pandai mengatur irama permainan, membuat setiap lawan yang mereka hadapi pantas gentar.Perjalanan Dortmund menuju final juga sangat berat. Berada di grup neraka bersama Manchester City, Madrid dan Ajax, Die Borussen justru berhasil menjadi pemuncak klasemen. Lalu, di 16 besar, mereka berhasil menjungkalkan Shakhtar Donetsk. Sebelum akhirnya menjungkalkan dua klub asal Spanyol, Malaga (perempat final) dan juga Madrid (semifinal)."Kami tak pernah mengubah gaya bermain. Termasuk ketika menghadapi Bayern Muenchen. Jadi mengapa kami harus mengubahnya sekarang? Karena ini laga final? Yang harus kami lakukan, memperlakukan laga ini seperti biasa tapi dieksekusi dengan cara luar biasa," ujarnya. (Berbagai Sumber) Baca juga:
Advertisement