Cak Nur Mundur dari Konvensi Golkar

Nurcholish Madjid menarik diri dari konvensi Golkar setelah Akbar Tandjung ikutan dalam mekanisme penentuan calon presiden tersebut. DPD Golkar Sumut dan Kalsel tidak mengirimkan calon presiden.

oleh Liputan6Diterbitkan 31 Juli 2003, 05:25 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Nurcholish Madjid mengundurkan diri dari konvensi Partai Golkar, Rabu (30/7) malam. Masalah etika menjadi dasar utama penarikan diri Cak Nur, begitu Nurcholis biasa disapa. Keikutsertaan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung dalam mekanisme penentuan calon presiden dari partai beringin ini juga menjadi referensi sikap cendekiawan muslim ini. "Ini masalah etika. Kalau toh saya menang oleh teman-teman itu, saya menang dalam satu kerangka etika yang tidak benar. Itu yang menjadi keberatan saya," kata Cak Nur.

Cak Nur pernah mengatakan ingin maju bersama Golkar karena mekanisme konvensi. Namun dalam bayangan dia, konvensi berlangsung secara adil dan beretika. Maksudnya, para pengurus partai yang bertanggung atas keberhasilan konvensi seharusnya tidak berlaga di arena tersebut. Kecuali bila mereka terlebih dahulu menanggalkan jabatannya di partai. Namun, kenyataannya jauh dari harapan. Asal tahu saja, tadi sore, dua utusan Akbar mengambil formulir konvensi [baca: Akbar Tandjung Mengambil Formulir Konvensi].

Sinyalemen pengunduran diri Cak Nur sudah ditunjukkan beberapa waktu silam [baca: Cak Nur Meragukan Mekanisme Konvensi]. Dia melihat mekanisme konvensi bermasalah. Karena itu, Cak Nur harus berpikir ulang untuk mengembalikan formulir yang sudah diambilnya. "Formulir sih secara formil diambil, tapi kan belum tentu dikembalikan," kata bekas Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam.

Sementara itu penjaringan konvensi calon presiden berakhir malam ini. Hingga satu jam silam, dari 30 Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar, hanya DPD Golkar Sumatra Utara dan Kalimantan Selatan yang tidak mengirimkan nama calonnya. Sejauh ini, konvensi diisi oleh 33 nama yang berasal dari kalangan partai politik, cendekiawan, pengusaha, dan birokrat. Sedangkan tenggat pengembalian formulir calon presiden akan berakhir 7 Agustus mendatang.

Menurut Sekretaris Panitia Konvensi Andi Matalatta, hingga akhir penjaringan konvensi, sudah banyak yang mengambil formulir pencalonan. Namun, baru Tutti Alawiyah yang mengembalikan formulir tersebut. Hari ini, Pengurus Harian Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar menggelar rapat intern yang dipimpin Akbar Tandjung. Rapat digelar untuk membahas persiapan agenda konvensi ke tahap penyaringan.

Nama-nama populer yang meramaikan bursa konvensi antara lain, Surya Paloh dan Aburizal Bakrie yang sama-sama mendapat suara 27 DPD, mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Wiranto yang didukung 25 DPD dan Jusuf Kalla 24 DPD. Akbar Tandjung disokong 21 DPD, mantan Pangkostrad Letnan Jenderal TNI (Purn)Prabowo Subianto dicalonkan 20 DPD, Sri Sultan Hamengkubuwono X mendapat 16 DPD, Agum Gumelar 15 DPD, dan Nurcholish Madjid dicalonkan 14 DPD.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya