Hadirkan Layanan Pendanaan, Platform Ini Memberdayakan Pengemudi Indonesia

Setelah mendapat respons positif di Meksiko dan Kolombia, Indonesia menjadi negara pertama di Asia Pasifik (APAC) yang menikmati layanan ini melalui salah satu platform.

oleh Ruly RiantrisnantoDiperbarui 01 Maret 2025, 17:43 WIB
Acara peluncuran salah satu platform layanan perkotaan. (IST)

Liputan6.com, Jakarta Salah satu platform mobilitas global dan layanan perkotaan, InDrive, bekerja sama dengan Ammana, platform pinjaman peer-to-peer (P2P) Syariah berlisensi di Indonesia, untuk menghadirkan inDrive.Money.

Setelah mendapat respons positif di Meksiko dan Kolombia, Indonesia menjadi negara pertama di Asia Pasifik (APAC) yang menikmati layanan ini sebagai solusi keuangan yang mudah diakses dan praktis.

Program ini dirancang untuk membantu pengemudi menutupi pengeluaran mendesak, seperti perbaikan kendaraan dan kebutuhan sehari-hari.

Pekerja lepas di sektor transportasi kerap mengalami kendala dalam mengakses layanan keuangan karena status pekerjaan informal mereka. Hal ini juga dialami oleh para pengemudi di Indonesia.

Syarat dari lembaga keuangan konvensional yang mengharuskan bukti pendapatan sering kali menyulitkan mereka mendapatkan pinjaman, sehingga banyak yang terpaksa mengandalkan pemberi pinjaman informal dengan bunga tinggi.

Untuk mengatasi tantangan ini, platform ini bersama Ammana menghadirkan solusi keuangan yang lebih adil dan transparan, memastikan pengemudi dapat mengakses pendanaan ketika dibutuhkan. Melalui inDrive.Money, pengemudi kini bisa mendapatkan pinjaman hingga Rp10 juta untuk menutupi kebutuhan mendesak.

 

 


Sistem Pembayaran yang Mudah dan Fleksibel

Acara peluncuran salah satu platform layanan perkotaan. (IST)

Salah satu keunggulan utama layanan ini adalah sistem pembayaran pinjaman yang dipotong secara otomatis dari setiap perjalanan yang dilakukan pengemudi. Sebanyak 10-15% dari tarif perjalanan akan langsung digunakan untuk mencicil pinjaman, sehingga mempermudah pembayaran tanpa biaya tambahan. Jika diperlukan, pengemudi juga memiliki opsi untuk membayar langsung kepada Ammana.

Setiap pengemudi diberikan pembayaran minimum bulanan yang dipersonalisasi, dengan masa pelunasan antara tiga hingga lima bulan, tergantung pada jumlah dana yang dipinjam.

Survei awal terhadap pengemudi menunjukkan tingginya minat terhadap produk keuangan ini, dengan 80% pengemudi dan kurir menyatakan ketertarikan setelah menerima penawaran promosi.

 


Mengubah Akses Keuangan bagi Pengemudi

Mark Loughran, President inDrive, menekankan bahwa platform ini telah merevolusi industri ride-hailing dengan model harga yang lebih adil, di mana penumpang dan pengemudi bisa menegosiasikan tarif tanpa bergantung pada algoritma yang tidak transparan.

"Kami sekarang juga menangani ketidakadilan di sektor keuangan, di mana pekerja lepas sering kali terpinggirkan karena sistem penilaian kredit lama yang tidak relevan dengan kondisi mereka," ujarnya.

Lanjut Baca:

Bekerja sama dengan Ammana, penyedia fintech yang berfokus pada inklusi keuangan, platform ini mengintegrasikan layanan pendanaan langsung ke dalam aplikasinya. Penilaian kredit dilakukan berdasarkan data perjalanan pengemudi, termasuk frekuensi perjalanan dan pendapatan bulanan, sehingga syarat pendanaan bisa lebih adil dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Tahap uji coba inDrive.Money dimulai pada akhir 2024 untuk menyempurnakan produk sesuai kebutuhan pengemudi lokal. Saat ini, layanan ini telah tersedia di berbagai kota, termasuk Pematangsiantar, Purwakarta, Sukabumi, Makassar, Ternate, Garut, Bali, Palembang, Bukittinggi, Surabaya, Bandung, dan Jakarta.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya