Tornado Oklahoma Lebih Dahsyat dari Bom Atom Hiroshima!

Saking besarnya tornado di Oklahoma terekam satelit milik NASA. Dari luar angkasa. Kekuatan alam bisa mengalahkan apapun yang bisa dibuat manusia.

oleh Elin Yunita KristantiDiterbitkan 22 Mei 2013, 16:35 WIB
OKLAHOMA

Tornado 'monster' yang menerjang wilayah Moore pinggiran Oklahoma Senin 20 Mei lalu bukan sembarang angin ribut. Saking besarnya bahkan bisa terekam satelit milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Dari luar angkasa.Kombinasi kecepatan angin, kelembaban udara, temperatur, dan waktu menciptakan badai yang sempurna lagi maut, menewaskan 24 orang termasuk 9 anak-anak. Juga melukai 237 orang lainnya. Menggunakan pengukuran real time untuk menghitung energi yang dilepaskan selama badai 40 menit, para ahli meteorologi memperkirakan, kekuatan tornado 8 sampai 600 kali kekuatan bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima selama Perang Dunia II.Kalkulasi tersebut didasarkan pada pengukuran energi di udara, dikalikan ukuran dan durasi badai.Pada Selasa kemarin, Layanan Cuaca Nasional memberikan skala tertinggi EF5, untuk kecepatan angin, luasan, dan parahnya kerusakan yang diakibatkan. Kecepatan angin diperkirakan antara 200 sampai 210 mil per jam atau 320 sampai 337 kilometer per jam."Untuk membentuk badai seperti itu adalah 'persoalan Goldilocks'," kata ahli meteorologi dari Pennsylvania State University, Paul Markowski seperti dimuat Daily Mail, Rabu (22/5/2013). "Semuanya harus tepat." Misalnya, harus ada kelembaban untuk membentuk sebuah tornado. Namun, jika terlalu banyak justru akan memutus badai. Dan jika kondisi ideal seperti itu terjadi, hati-hati! Kekuatan alam bisa mengalahkan apapun yang bisa dibuat manusia.Tornado EF5 adalah angin paling kejam di Bumi, lebih kuat dari badai. Angin terkuat yang pernah terukur adalah 302 mph diukur dengan radar, selama tornado EF5 yang melanda Moore pada tanggal 3 Mei 1999, demikian menurut Jeff Masters, direktur meteorologi di Weather Underground.Saking hancurnya, para petugas darurat kesulitan menavigasi lingkungan karena semua rambu jalanan telah hilang. Beberapa petugas menggunakan ponsel pintar atau GPS untuk memandu mereka melewati daerah-daerah yang tidak lagi memiliki tanda yang dapat dikenali."Kami akan membangun kembali dan kami akan kembalu kuat," kata Gubernur Oklahoma Mary Fallin, yang menggambarkan bencana itu sebagai "pengalaman menyedihkan" yang "sulit untuk dilihat." (Ein/*)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya