Mengembangkan Kecerdasan Lewat Musik Klasik

Profesor Wei Tsin Fu mengembangkan metode pendidikan bermusik untuk mengoptimalkan fungsi otak dan jaringan syaraf. Anak didik diajarkan membaca not balok musik dan mengembangkan kepekaan mendengar.

oleh Liputan6Diterbitkan 28 Juli 2003, 18:38 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Untaian nada-nada musik klasik bukan cuma merdu di telinga, tapi juga mampu mengembangkan kecerdasan. Ini sudah dibuktikan sejumlah ilmuwan dan belakangan menjadi tren di masyarakat. Nah, profesor Wei Tsin Fu asal Malang, Jawa Timur, mengembangkan metode pendidikan bermusik kepada anak-anak untuk mengoptimalkan fungsi otak dan jaringan syaraf.

Kepada para anak didiknya, Wei Tsin Fu memberi latihan membaca not balok musik dan mengembangkan kepekaan mendengar. Menurut Wei di Jakarta, baru-baru ini, para siswa bukan cuma mahir mempelajari repertoar-repertoar musik klasik yang rumit, seperti karya Wolfgang Amadeus Mozart atau Carl Maria von Weber. Tapi, tingkat kecerdasannya pun ikut berkembang.

Buktinya, sejumlah siswa Wei memperoleh nilai yang memuaskan di sekolah setelah belajar musik klasik [baca: Melatih Kecerdasan Anak dengan Musik]. Karena itulah, Wei yang kini bermukim di Jerman, sangat yakin kecerdasan bangsa bisa ditingkatkan melalui latihan bermusik klasik. Wei yang mendapat pendidikan musik sejak masa kanak-kanak, memiliki bekal pengalaman yang luar biasa. Sedari remaja, ia terbiasa mengajarkan kemampuan bermusiknya. Bakatnya itu pula yang membawanya ke Jerman untuk mendalami musik. Selama hampir 14 tahun di Negeri Panser, ia berguru pada 20 ahli musik.(ZAQ/Saiful Halim dan Agus Ginanjar)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya