Kepala Sekolah SMKN 1 Depok Jelasan Alasan Pihaknya Telat Unggah Data SNBP

Kepala SMKN 1 Depok, Lusi Triana mengatakan, aksi protes siswanya bermula dari Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025. Siswa eligible tidak dapat masuk ke dalam seleksi tersebut.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 06 Februari 2025, 18:00 WIB
Kepala SMKN 1 Depok, Lusi Triana memberikan penjelasan penginputan data siswa SMKN 1 Depok mengikuti SNBP. (Foto: Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Liputan6.com, Jakarta Puluhan siswa yang berasal dari kelas XII SMK Negeri 1 Depok menggelar aksi protes terhadap pihak sekolah, usai gagal mengupload secara online data siswa mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Kepala SMKN 1 Depok, Lusi Triana mengatakan, aksi protes siswanya bermula dari Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025. Siswa eligible tidak dapat masuk ke dalam seleksi tersebut.

"Jadi kendalanya itu karena keterlambatan sebetulnya, operator kami terlambat dalam memasukkan data ke sistem tersebut," ujar Lusi saat dikonfirmasi Liputan6.com, Kamis (6/2/2025)

Dia tidak mengetahui secara pasti operator SMKN 1 Depok telat memasukan data 137 siswa guna mengikuti SNBP. Atas kendala yang dialami operator, pihaknya telah memberikan penjelasan kepada orang tua siswa.

"Dari sekolah pun sudah menjelaskan kepada wali murid dan meminta maaf atas keterlambatan tersebut," jelas Lusi.

Meskipun begitu pihak sekolah berusaha mengupayakan data siswa masuk SNPMB untuk mengikuti SNBP. SMKN 1 Depok berusaha berkoodinasi dengan sejumlah pihak sehingga siswa SMKN 1 Depok dapat mengikuti SNBP.

"Kami juga sudah mendapatkan beberapa jawaban, tetapi pada prinsipnya, sampai saat ini kami masih melihat beberapa kemungkinan untuk siswa-siswi kita bisa masuk ke dalam SNBP tersebut," terang Lusi.

Dia mengakui, keterlambatan sekolah menginput data siswa baru terjadi pada tahun ini. Sebelumnya pihaknya belum pernah mengalami keterlambatan dalam menginput data siswa.

"Kalau tahun kemarin (keterlambatan input) seingat saya sih belum," ucap Lusi.

 

Berharap Kementerian Beri Kelonggaran

SMKN 1 Depok berharap Kementerian Pendidikan memberikan kelonggaran terhadap keterlambatan penggimputan data siswa. Disinggung soal batas waktu terakhir pengimputan data pada 5 Februari, Lusi mengakui belum mengetahui secara pasti.

"Terakhir sih kita masih belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut. Tapi yang jelas kami tetap berkoordinasi dan mengupayakan supaya siswa-siswa kami bisa mengikuti SNBP," ungkap Lusi.

Selain itu, lanjut dia, SMKN 1 Depok sempat memberikan penawaran kepada orang tua, terhadap siswa yang gagal mengikuti SNBP. Pihak sekolah mengajak orang tua maupun siswa untuk menempuh jalur lainnya guna lolos ke perguruan negeri tinggi.

"Memang kami juga sempat menawarkan kepada orang tua, artinya kalau SNBP ini gagal berarti kan kita harus mencoba untuk jalur jalur yang lain, jalur-jalur yang lain itu kan perlu tes dan sebagainya," tutur Lusi.

Selain itu, kata dia, SMKN 1 Depok menawarkan kepada orang tua siswa untuk anaknya mengikuti bimbingan khusus. Lusi masih optimis siswa SMKN 1 Depok dapat mengikuti SNBP dengan melakukan komunikasi kepada Kementerian Pendidikan.

"Saya kira kita masih terus mengupayakan ya dari pihak Kementerian, terutama dari pihak Kementerian dan Dikti nya sendiri, kami tetap berkomunikasi dan berkoordinasi supaya diberi kesempatan untuk anak-anak yang tidak masuk dalam SNBP ini," kata Lusi.

 

Tak Beri Jawaban Pasti

Disinggung soal biaya bimbingan belajar dikenakan pihak orang tua atau sekolah, Lusi tidak memberikan jawaban secara pasti. Terkait biaya bimbingan belajar akan dikomunikasikan kembali pihak SMKN 1 Depok kepada orang tua siswa.

"Ya pastinya nanti akan kita komunikasikan, ada mungkin, kita mungkin sistemnya nanti secara teknisnya akan kita atur lagi, tetapi yang jelas ada semacam pertanggungjawaban dari sekolah," ujar Lusi.

Lusi menambahkan, SMKN 1 Depok menargetkan selama dua hari kedepan siswa dapat mengikuti SNBP.

"Bertahap saja, untuk sementara hari ini kita sampai 2 hari ya. 2 hari kita mengupayakan dulu, nanti setelah ini selesai, 2 hari kita mengupayakan sambil terus berkomunikasi dengan pihak pihak terkait," ucap Lusi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya