5 Klub Inggris yang Paling Tidak Disukai: Manchester United Termasuk

Terdapat lima tim Inggris dengan jumlah penggemar paling banyak yang tidak menyukai mereka, salah satunya adalah Manchester United.

oleh ThomasDiterbitkan 26 Januari 2025, 22:00 WIB
Logo Manchester United - Ilustrasi (Bola.com/Adreanus Titus)

Liputan6.com, Jakarta- Klub-klub yang berpartisipasi dalam Liga Inggris memiliki banyak penggemar dari seluruh dunia. Popularitas Premier League saat ini semakin sulit untuk disaingi oleh liga-liga lainnya.

Walaupun banyak orang yang mengagumi klub-klub dan Premier League, terdapat pula banyak momen yang membuat sepak bola Inggris menjadi sorotan negatif. Berbagai alasan seperti kecurangan, tindakan kekerasan, hingga kasus pelacuran menjadi penyebabnya.

Akibatnya, klub-klub tersebut sering kali dipandang sebagai penjahat utama, tidak hanya di Inggris tetapi juga di seluruh dunia. Bahkan, para pendukung klub-klub lain pun turut merasakan kebencian terhadap tim-tim asal Inggris yang terlibat dalam kontroversi ini.

Di antara tim-tim tersebut, terdapat lima klub Inggris yang paling banyak memiliki pembenci, salah satunya adalah Manchester United (MU).

 


Millwall

Millwall. (AFP/Ben Stansall)

Sejak didirikan pada tahun 1885 hingga kini, Millwall dikenal sebagai salah satu klub yang paling tidak disukai di Inggris. Hal ini disebabkan oleh perilaku suporter yang sering kali membuat onar, baik di dalam maupun di luar stadion. "Kerusuhan besar terjadi di kandang mereka pada 2002 kala menjamu Birmingham dan 1978 saat menghadapi Ipswich, serta laga tandang melawan Luton pada 1985, QPR pada 1966, dan West Ham pada 1906 dan 2009."

Dalam beberapa insiden, suporter bahkan menyerang pemain lawan dan ada pula yang iseng melemparkan granat tangan tiruan ke lapangan, yang semakin memperburuk citra klub ini.


Wimbledon

Dalam sejarah sepak bola Inggris, Liverpool dikenal sebagai tim yang sangat menakutkan terutama pada dekade 1970-an hingga 1980-an. Namun, mereka mengalami kekalahan yang mengejutkan di final Piala FA pada musim 1987/1988, di mana mereka dikalahkan oleh tim yang dianggap remeh, Wimbledon. Kemenangan Wimbledon ini melahirkan julukan "The Crazy Gang" untuk mereka, yang berhasil mengalahkan "Culture Club" yang lebih mapan.

Wimbledon berhasil mencetak gol tunggal yang menentukan kemenangan mereka di final tersebut melalui sundulan cerdik dari Lawrie Sanchez. Selain itu, momen dramatis juga terjadi ketika kiper mereka, Dave Beasant, melakukan penyelamatan penalti yang sangat krusial.

Lanjut Baca:

Tim ini sering kali tidak disukai oleh banyak orang karena gaya permainan mereka yang agresif dan kasar, yang membuat mereka terlihat seperti anggota geng yang gila.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya