6 Catatan Awi Suryadi soal Film Sebelum 7 Hari, Ogah Ulas Tema Pesugihan Hingga Bikin Telaga Dalam Gua

Awi Suryadi kembali ke bioskop dengan Sebelum 7 Hari yang diadaptasi dari film pendek berjudul sama. Film ini dibintangi Agla Artalidia dan Fanny Ghassani.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 17 Januari 2025, 17:30 WIB
Awi Suryadi kembali ke bioskop dengan Sebelum 7 Hari yang diadaptasi dari film pendek berjudul sama. Film ini dibintangi Agla Artalidia dan Fanny Ghassani. (Foto: Dok. Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Salah satu film horor yang tayang Januari 2025 yakni Sebelum 7 Hari karya sutradara Awi Suryadi. Nama Awi Suryadi meroket setelah mengantar KKN di Desa Penari mencapai 10 jutaan penonton.

Kali ini, Sebelum 7 Hari menampilkan Agla Artalidia dan Fanny Ghassani. Lantas, apa bedanya film Sebelum 7 Hari dengan horor buatannya sebelumnya? Awi Suryadi menyebut, ini film drama yang “terpaksa” jadi horor.

“Ini drama keluarga karena dasar ceritanya mengikuti dua anak kecil yang belum pernah ketemu neneknya. Ibunya juga ada kepahitan batin dengan si nenek. Ini film keluarga yang terpaksa jadi horor karena neneknya melakukan sesuatu di masa lalu,” katanya.

Ada banyak cerita dari lokasi syuting Sebelum 7 Hari, dari ogah mengusung tema pesugihan hingga bikin telaga di dalam gua di Padalarang, Jawa Barat, untuk menopang kebutuhan skenario.

Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini merangkum 6 fakta film Sebelum 7 Hari yang akan menghantui bioskop seluruh Indonesia mulai 23 Januari 2025. Sudah siapkah Anda bertemu Anggun?

 


1. Bikin Telaga Dalam Gua

Salah satu adegan film Sebelum 7 Hari. (Foto: Dok. MD Pictures)

Trailer Sebelum 7 Hari menampilkan seorang perempuan melakukan ritual dalam gua. Di situ tampak ada telaga. Rupanya, itu telaga buatan. Sebenarnya ada telaga betulan namun tak bisa dijadikan lokasi syuting karena terlalu cetek.

“Kita berhasil mendapat gua yang kita suka, di pinggir sungai, tapi enggak ada telaganya. Telaganya itu airnya cetek sekali, enggak bisa dipakai buat adegan. Tim saya, keruk tanah, bikin telaga sendiri,” beri tahu Awi Suryadi.

 


2. 24 Hari di Padalarang dan Ciloto

Salah satu adegan film Sebelum 7 Hari. (Foto: Dok. MD Pictures)

Sementara syuting underwater dilakukan di salah satu kolam di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. “Total syuting 24 hari di Padalarang dan Ciloto. Guanya ada di Padalarang. Lokasi gua cuma 5 menit dari tempat syuting film saya sebelumnya, Perewangan,” ujarnya.

Alasan lain bikin telaga buatan yakni akses menuju telaga aslinya sulit. Tak mungkin dimasuki sejumlah kru lengkap dengan peralatan seperti kamera hingga lampu. Awi Suryadi lega syuting di dalam gua untuk sejumlah adegan krusial berjalan mulus.

 

 

 


3. Dari Film Pendek Jadi Panjang

Awi Suryadi. (Foto: Dok. MD Pictures)

Sebelum 7 Hari didasari film pendek berdurasi 9 menit 40 detik di YouTube yang mengusung kejadian dalam sehari. Karena ini film panjang dengan durasi 90 sampai 100 menitan, Awi Suryadi dan tim menceritakan sejumlah kejadian dari hari pertama.

Lanjut Baca:

“Kami berdiskusi dengan penulis skenario, bahwa berganti hari, kejadiannya harus makin intens. Karakter-karakternya harus diberi alasan kuat mengapa enggak pulang dari hari pertama atau kedua. Harus ada alasan mengapa stay di situ,” ucap Awi Suryadi.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya