<i>Pet Shop</i>, Bisnis Berprospek Cerah

Pelanggan bisa memilih hewan peliharaan yang disukai. Konsumen akan lebih tertarik mendatangi toko binatang yang menyediakan salon kecantikan dan konsultasi gratis. Keutungan bisnis pet shop cukup menggiurkan.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Juli 2003, 17:35 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Kesenangan memelihara hewan kesayangan, seperti kucing dan anjing ternyata memberikan keuntungan besar buat pemilik pet shop. Ini diakui sejumlah pedagang hewan peliharaan, seperti Audi, Jose, dan Dessy, yang mengaku bisa meraup untung sebesar Rp 18 sampai Rp 90 juta per bulan. Selain binatang peliharaan, mereka juga menyediakan beragam kebutuhan si hewan di pet shopnya.

Audi mengaku telah berkecimpung dalam usaha pet shop sejak 1994. Dalam sebulan Audi mengaku bisa menjual sekitar 30-40 binatang peliharaan. Harganya, bervariasi mulai Rp 700 ribu hingga Rp 3 juta per ekor. "Tergantung jenis dan kualitas hewannya," kata pemilik Panda Pet Shop ini. Cerita Jose Sualang lain lagi. Jose terjun menekuni bisnis ini karena senang memelihara hewan sejak kecil. Lantaran hobi itu, Jose mempunyai banyak binatang peliharaan di rumahnya. "Saya pikir-pikir kenapa tak buka pet shop saja. Selain menjual, juga bisa membantu orang lain sharing ilmu [tentang hewan peliharaan]," ujar Jose.

Menurut Jose, hewan yang paling laris dijual adalah anjing jenis ras kecil, seperti Teckel dan Mini Pinscher. Untuk ras menengah, biasanya yang paling laku adalah jenis Labrador, Golden Retriever. Sedangkan untuk ras besar adalah jenis Herder dan Rottweiler. "Kebanyakan yang dijual anjing-anjing lokal. Kalau impor tergantung pesanan," kata Jose. Biasanya, ia menjual binatang peliharaan bernilai ratusan ribu rupiah. Harga itu belum termasuk kebutuhan tambahan lain, seperti makanan, obat-obatan, dan pernak-pernik untuk mempercantik binatang. Jadi bisa dipastikan pangsa pasar yang dibidik tentu saja kalangan menengah ke atas.

Sementara Dessy, pemilik Batavia Pet Shop menerangkan, kunci sukses bisnis ini adalah pengetahuan tentang hewan yang dijual. Jadi tak semata-mata berdagang tanpa tahu karakter hewan yang akan dijual. Idealnya pengelola pet shop harus bekerja sama dengan breeder atau peternak dan dokter hewan. Dengan begitu, pemilik toko hewan dapat terus memperoleh pengetahuan terbaru dari ahli hewan. Para pedagang pun bisa menularkan pengetahuan soal binatang mencakup kendala, jenis penyakit, dan cara memelihara dengan baik dan benar kepada pelanggan. "Kita juga kerjasama dengan dokter hewan Antonius. Jadi setiap kali anjing datang kita periksa dulu. Kalau dokternya bilang bagus, kita ambil," ujar Dessy.

Selain berdagang hewan peliharaan, sejumlah pet shop juga menambahkan layanan lain, seperti salon hewan. Tujuannya untuk meraih pelanggan yang lebih banyak. Dan, Pet Shop Grooming Salon milik Audi telah menyediakan jasa ini. "Jadi khusus juga merawat binatang. Kalau dibilang salon anjing untuk mempercantik binatang-binatang itu," kata Audi.

Eric, seorang pelanggan mengatakan harga yang ditawarkan pet shop di Jakarta sangat kompetitif. Nah, yang bakal banyak didatangi konsumen adalah toko yang memberikan pelayanan terbaik dan memuaskan. "Kalau yang jual ramah kita mau tanya apa saja mereka bisa kasih tahu. Konsultasinya free, jadi bisa memberikan keuntungan dan pengetahuan soal hewan peliharaan," ujar Eric. Menyikapi tingginya minat masyarakat memelihara hewan membuat para pemilik pet shop optimistis bisnis yang digeluti tetap cerah.(LIA/Tim Usaha Anda)

Batavia Pet Shop: Dessy
Jl. Boulevard Raya Blok RA 19 No. 2-3
No telepon: 4584-6857

Jose
Pet Shop di Gajah Mada Plaza:
No telepon: 0811-15-5523

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya