Perjalanan Spiritual Umay Shahab dalam Perayaan Mati Rasa, Ketakutan Terbesar Kehilangan Orang Tua

Wawancara eksklusif Umay Shahab mengulas kisah sukses jadi sutradara hingga dihubungi belasan produser, plus ketakutan terbesar jika orang tua meninggal.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 20 Desember 2024, 15:30 WIB
Wawancara eksklusif Umay Shahab mengulas kisah sukses jadi sutradara hingga dihubungi belasan produser, plus ketakutan terbesar jika orang tua meninggal. (Foto: Dok. Instagram @umayshahab)

Liputan6.com, Jakarta Dari bintang sinetron dan penyanyi, Umay Shahab menjadi sutradara di usia 19 tahun dan langsung mencetak box office. Karya perdananya, Kukira Kau Rumah, menyerap lebih dari 2,2 juta penonton.

Film keduanya, Ketika Berhenti di Sini meski gagal tembus 2 juta, masih bisa mengais 1,6 jutaan. Kini, Umay Shahab kembali dengan Perayaan Mati Rasa, film yang terinpirasi dari lagunya sendiri.

Dibintangi Iqbaal Ramadhan, Devano Danendra, hingga Dul Jaelani, Perayaan Mati Rasa menjelma perjalanan spiritual bagi Umay Shahab dalam memaknai keluarga sekaligus mengenali ketakutan terbesarnya.

“Yang paling menguras energi itu membayangkan berada di situasinya Ian. Membayangkan kehilangan orangtua secara tiba-tiba itu berat,” kata Umay Shahab saat mampir ke Gedung KLY Jakarta, baru-baru ini.

Inilah wawancara eksklusif Umay Shahab dengan Showbiz Liputan6.com terkait kisah sukses sebagai sutradara hingga dihubungi belasan produser, plus ketakutan terbesar jika suatu hari orang tuanya tak bernapas lagi.

 


Rekam Jejak Box Office dan Jumlah Pengikut Medsos

Umay Shahab. (Foto: Dok. Instagram @umayshahab)

Umay Shahab salah satu seniman muda dengan banyak predikat dari bintang sinetron, aktor layar lebar, musisi, sutradara film laris hingga penulis skenario. Bagi sebagian orang, ia dipandang seperti berada di persimpangan dengan banyak pilihan predikat.

Namun, Umay Shahab hanya ingin dikenal sebagai seniman. “Umay adalah seniman yang suka bikin lagu dan film, suka main film dan memproduseri juga, ya sudah, apapun saja. Aku enggak mau membatasi diri, sama kayak Iqbaal,” ujarnya.

Perayaan Mati Rasa yang akan dirilis Januari 20255 menandai keseriusan Umay Shahab dalam bidang penyutradaraan. Dalam film itu, Iqbaal Ramadhan memerankan Ian Antono, anak sulung dengan setumpuk beban di hati dan pikirannya.

Karakter ini ditulis Umay Shahab khusus untuk Iqbaal Ramadhan. Andai bintang film Dilan 1990 menolak, maka film Perayaan Mati Rasa tak akan jadi seperti sekarang. Iqbaal Ramadhan dipilih bukan berdasarkan popularitas semata.

“Enggak bisa dimungkiri di industri perfilman saat ini, yang amat sangat dijadikan bahan pertimbangan adalah jumlah pengikut (di medsos) dan rekam jejak box office. Itu kayak selalu dijadikan patokan,” Umay Shahab membeberkan.

Lanjut Baca:

Ia mengakui, dalam industri seni, Iqbaal Ramadhan adalah ‘komoditas’ untuk membuat kesuksesan seolah lebih mudah diraih. Umay Shahab tak ingin menjadikan sahabat sendiri sebagai aset dagang di etalase bioskop Tanah Air. Iqbaal Ramadhan adalah karakter. “Iqbaal punya karakter. Karakter itu mahal, enggak bisa dibuat-buat, dan autentik. Ketika saya dapat cerita ini dan mengajak Iqbaal, saya percaya, karakter dia sesuai dengan apa yang Iqbaal jalani. Saya enggak mau bikin sesuatu yang terlalu jauh dari kepribadiannya,” akunya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya