Bosan Emas Batangan? Cobalah Koleksi Jam Berbalut Emas

Salah satu produsen perhiasan emas terbesar di Indonesia, King Halim, mengungkapkan minat masyarakat Indonesia pada produk logam mulia emas tak terbatas hanya berbentuk emas batangan. Seiring zaman, jam berbalutkan emas juga mulai menjadi incaran masyarakat.

oleh Dian Ihsan SiregarDiterbitkan 12 Mei 2013, 17:36 WIB
Salah satu produsen perhiasan emas terbesar di Indonesia, King Halim, mengungkapkan minat masyarakat Indonesia pada produk logam mulia emas tak terbatas hanya berbentuk emas batangan. Seiring perkembangan zaman, jam berbalutkan emas juga mulai menjadi incaran masyarakat yang ingin mengincestasikan uangnya.

"Banyak pengunjung yang antusias dan datang untuk melihat pameran ini berlangsung. Banyak juga yang datang untuk melihat produk yang kami produksikan. Dari 15 model yang telah di launching pertama, kemudian ada 5 model lagi yang telah diluncurkan. Jadi kami memiliki 20 model Maura Time Jewellery," kata Public Relations, King Halim & Maura Sherlyn Veronica dalam perbincangan dengan Liputan6.com baru-baru ini.

King Halim yang sudah beroperasi sejak 30 tahun di daerah Mojokerto dan kini memiliki beberapa kantor pemasaran di Surabaya serta Jakarta, diketahui baru saja meluncurkan produk inovasi terbaru Maura Time Jewellery. Produk jam ini diproduksi dengan balutan emas 18 karat (75%) baik emas kuning maupun emas putih. 

Hingga saat ini, King Halim mengaku telah memasarkan produknya ke seluruh pelosok Indonesia bahkan sampai ke luar negeri. Sherlyn optimistis produk usaha ini diterima baik oleh masyarakat Indonesia, khususnya para kaum hawa yang sangat cinta dengan perhiasan.

"Pada hari pertama event saja produk Maura sudah menjual 150 buah. Dengan melihat antusias seperti itu, saya yakin kalau masyarakat Indonesia banyak yang menyukai produk tersebut," jelasnya.

Untuk memberikan jaminan pada produknya, King Halim mengaku memiliki banyak pegawai dengan keahlian khusus mulai dari divisi perakit, pasang batu, pasang jam sampai penjualannya.

King Halim sendiri didirikan oleh Koesnadi Halim. Usaha yang didirikannya telah berlangsung puluhan tahun dan kini telah dibantu oleh kedua anaknya yaitu Maurits Halim dan Paulin Halim. Kedua penerus bisnis inilah yang menemukan ide dan konsep pembuatan usaha Maura Time Jewellery.

Shrlyn menceritakan, kedua anak Koesnadi Halim tersebut menemukan ide bisnis baru emas sekitar 2-3 tahun yang lalu. Namun ide usaha pembuatan Maura Time Jewellery membutuhkan waktu dan pemikiran yang sangat baik sehingga baru tahun ini dapat terealisasi. (Dis/Shd)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya