Liputan6.com, Sabang: Bila berkunjung ke Pulau Weh, sepertinya tak afdol kalau tidak menengok Pantai Iboih. Pantai yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka itu mudah dijangkau. Hanya sekitar satu jam waktu tempuh dari Sabang lewat jalur darat.
Memang, Pulau Weh, Aceh, menyimpan potensi wisata alam dan pantai yang cukup eksotik. Potensi wisata di pulau paling barat Indonesia itu kaya dengan sejumlah pantai serta taman laut. Tak heran, bila pantai yang jaraknya sekitar 23 kilometer dari Sabang itu cukup dikenal di kalangan penikmat wisata laut dan penyelam. Termasuk di kalangan turis asing.
Sayangnya, potensi wisata yang juga sumber pendapatan pemerintah daerah setempat itu bakal terancam. Pasalnya, Sabang secara resmi telah dijadikan kota pelabuhan terbuka oleh pemerintah. Akibatnya, beberapa pantai terancam kelestarian alam dan lingkungannya yang selama ini dibiarkan alami. Polusi dan pencemaran akibat derasnya perdagangan di lokasi tersebut berimbas pada kondisi wisata yang mengandalkan keindahan alam itu.
Menurut pemantauan SCTV, Pantai Iboih cukup dikenal wisatawan asing. Bahkan, wisatawan betah tinggal berlama-lama di pantai tersebut. Selain suasana wisata dibuat sangat alami, tempat penginapan pun ternyata masih sangat relatif murah. Dari sekitar 50 penginapan di pantai tersebut, mereka rata-rata mematok tarif penginapan sekitar Rp 12 ribu hingga Rp 30 ribu.
Sementara itu, Taman Laut Iboih statusnya kini telah dilindungi. Sejumlah pantai lain yang berdekatan dengan Pantai itu pun kini mulai banyak dikunjungi wisatawan. Sebagai contoh, Pantai Gapang yang juga menawarkan keindahan taman laut. Namun, di beberapa tempat wisata itu, pengunjung tidak mungkin mendapatkan pelayanan atau pun akomodasi seperti di Bali atau di tempat lain. Namun inilah agaknya yang menjadikan Sabang dicari orang.(YYT/Bayu Sutiono, Rafael Setyo dan Effendi)
Memang, Pulau Weh, Aceh, menyimpan potensi wisata alam dan pantai yang cukup eksotik. Potensi wisata di pulau paling barat Indonesia itu kaya dengan sejumlah pantai serta taman laut. Tak heran, bila pantai yang jaraknya sekitar 23 kilometer dari Sabang itu cukup dikenal di kalangan penikmat wisata laut dan penyelam. Termasuk di kalangan turis asing.
Sayangnya, potensi wisata yang juga sumber pendapatan pemerintah daerah setempat itu bakal terancam. Pasalnya, Sabang secara resmi telah dijadikan kota pelabuhan terbuka oleh pemerintah. Akibatnya, beberapa pantai terancam kelestarian alam dan lingkungannya yang selama ini dibiarkan alami. Polusi dan pencemaran akibat derasnya perdagangan di lokasi tersebut berimbas pada kondisi wisata yang mengandalkan keindahan alam itu.
Menurut pemantauan SCTV, Pantai Iboih cukup dikenal wisatawan asing. Bahkan, wisatawan betah tinggal berlama-lama di pantai tersebut. Selain suasana wisata dibuat sangat alami, tempat penginapan pun ternyata masih sangat relatif murah. Dari sekitar 50 penginapan di pantai tersebut, mereka rata-rata mematok tarif penginapan sekitar Rp 12 ribu hingga Rp 30 ribu.
Sementara itu, Taman Laut Iboih statusnya kini telah dilindungi. Sejumlah pantai lain yang berdekatan dengan Pantai itu pun kini mulai banyak dikunjungi wisatawan. Sebagai contoh, Pantai Gapang yang juga menawarkan keindahan taman laut. Namun, di beberapa tempat wisata itu, pengunjung tidak mungkin mendapatkan pelayanan atau pun akomodasi seperti di Bali atau di tempat lain. Namun inilah agaknya yang menjadikan Sabang dicari orang.(YYT/Bayu Sutiono, Rafael Setyo dan Effendi)