Pemakaman Ditolak Warga AS, Jasad Bomber Boston Terlantar

Sejak jasad Tamerlan dirilis rumah sakit pada 1 Mei 2013 kemarin, hingga saat ini belum ada tempat pemakaman yang mau menerimanya.

oleh Rizki GunawanDiterbitkan 09 Mei 2013, 10:32 WIB

Warga Amerika Serikat, khususnya yang berada di Boston memendam kemarahan mendalam terhadap Tamerlan Tsarnaev, tersangka I bomber Boston. Mereka menolak pemakaman kakak dari Dzhokhar Tsarnaev, tersangka II bomber Boston.

Alhasil, sejak jasad Tamerlan dirilis rumah sakit pada 1 Mei 2013 kemarin, hingga saat ini belum ada tempat pemakaman yang mau menerimanya. Jenazah pria asal Chechnya, Rusia ini terlantar.

Padahal, Kepala Kepolisian Worcester Chief Gary Gemme telah mengimbau sejumlah pihak untuk memakamkannya segera. "Kami bukan Suku Barbar kan. Kami mesti menguburkannya," ujarnya, seperti dimuat News.com.au, Kamis (9/5/2013).

Apalagi, badan yang berwenang mengangani nasib narapidana yang tewas, Department of Correction, mengumumkan, pihaknya telah mempersiapkan fasilitas untuk penguburan Tamerlan.

Hal ini mengundang usulan dari beberapa pihak yang menyarankan agar jasad Tamerlan dikirim ke Rusia. Namun pihak kepolisian lokal menolaknya. "Pengiriman Tamerlan ke Rusia bukan pilihan yang tepat," tegas Gary.

Walikota Boston Thomas Menino menyatakan, atas nama warga Boston, saya menolak Tamerlam dimakamkan di kota ini. Manajer Perusahaan Pemakaman Worcester, Peter Stefan mengungkap, dari 120 permohonan pemakaman yang diajukan, tak ada tempat yang mau menerimanya.

Istri Tamerlan, Katherine Russel menolak mengambil jasad suaminya dari kantor Pemeriksa Kesehatan Massaschusettes, dan meminta keluarga almarhum Tamerlan Tsarnaev untuk mengambil jasad tersebut serta memakamkannya.

Penyebab Kematian

Sebelumnya, penyebab kematian Tamerlan simpang siur. Ada yang menyebut ia tewas tertembak, ada juga yang mengatakan bomber Boston itu tewas ditabrak mobil yang dikendarai adiknya, Dzhokhar Tsarnaev yang juga menjadi tersangka bom Boston. Kini penyebabnya sudah terkuak.

Dalam akta kematian, disebutkan Tamerlan tewas tertembak pada bagian dada dan mengalami luka bentur yang disebut blunt trauma, pada bagian kepala dan dada.

Dzhokhar saat ini menghuni sel kecil berpintu baja, di pusat tahanan medis federal di luar kota Boston. Tersangka II ini terancam hukuman mati atau pidana bui seumur hidup sebagai ganjaran atas aksinya yang menewaskan 3 orang dan melukai lebih dari 200 orang. (Riz)

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya