Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Raja Sapta Oktohari berambisi sesaki gedung senayan alias Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan para entrepreneur atau pengusaha. Impian tersebut diharapkan bisa melahirkan kebijakan yang berpihak pada sisi ekonomi ketimbang politik.
"Kami ingin mengisi gedung DPR dengan entrepreneur karena seharusnya anggota DPR tidak punya mentalitas seperti sekarang ini. Bukan memandang setiap kebijakan dengan perspekstif ekonomi," tegasnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/5/2013).
Saat ini, sambung Raja, setiap kebijakan yang dilahirkan pemerintah dan DPR, termasuk kenaikan harga BBM bersubsidi lebih didominasi unsur atau kepentingan politisasi, mengingat tahun ini menjelang Pemlihan Umum (Pemilu) pada 2014.
Dia menilai, kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi akan mengganggu produktivitas para pengusaha, serta usaha kecil dan menengah (UKM). Pasalnya dengan inflasi yang ditimbulkan dari penyesuaian harga, memaksa Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga perbankan.
Kepala Ekonom Danareksa, Purbaya Yudhi Sadewa, menambahkan proyeksi inflasi sekitar 7,5% akibat kenaikan harga BBM subsidi terpaksa membuat BI menaikkan suku bunga bank sebagai reaksi untuk menekan inflasi.
"Paling tidak BI akan menaikkan suku bunga bank sampai 50%. Kalau lebih dari itu, 'maki-maki' saja sebab naiknya suku bunga yang terlalu tinggi bisa menyebabkan resesi," pungkasnya. (Fik/Ndw)
"Kami ingin mengisi gedung DPR dengan entrepreneur karena seharusnya anggota DPR tidak punya mentalitas seperti sekarang ini. Bukan memandang setiap kebijakan dengan perspekstif ekonomi," tegasnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/5/2013).
Saat ini, sambung Raja, setiap kebijakan yang dilahirkan pemerintah dan DPR, termasuk kenaikan harga BBM bersubsidi lebih didominasi unsur atau kepentingan politisasi, mengingat tahun ini menjelang Pemlihan Umum (Pemilu) pada 2014.
Dia menilai, kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi akan mengganggu produktivitas para pengusaha, serta usaha kecil dan menengah (UKM). Pasalnya dengan inflasi yang ditimbulkan dari penyesuaian harga, memaksa Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga perbankan.
Kepala Ekonom Danareksa, Purbaya Yudhi Sadewa, menambahkan proyeksi inflasi sekitar 7,5% akibat kenaikan harga BBM subsidi terpaksa membuat BI menaikkan suku bunga bank sebagai reaksi untuk menekan inflasi.
"Paling tidak BI akan menaikkan suku bunga bank sampai 50%. Kalau lebih dari itu, 'maki-maki' saja sebab naiknya suku bunga yang terlalu tinggi bisa menyebabkan resesi," pungkasnya. (Fik/Ndw)