Nama Barcelona memang sulit dipisahkan dari mantan pelatihnya, Josep Guardiola i Sala atau lebih dikenal publik dengan sebutan Pep Guardiola. Sang pelatih fenomenal kelahiran Santpedor, Barcelona, Catalunya, Spanyol, 18 Janurari 1971 itu pun tak akan pernah melupakan The Blaugrana dalam hidupnya. Dengan kata lain, bagi Pep bahwa Barcelona adalah penggalan masa lalu dalam kehidupannya.
"Segala kenangan dan langkahku bersama Barcelona telah berakhir. Anda lahir, Anda tumbuh, dan Anda menjadi tua. Itulah tahapan dalam kehidupan," katanya.
Ucapan itu disampaikan Pep Guardiola di hadapan sekitar 120 anak-anak sekolah dasar di Ibukota Argentina, Buenos Aires. Pep tak mau menjawab secara tegas ketika ditanya apakah dirinya mau melatih Barcelona lagi pada suatu saat. Namun, Guardiola mengaku merasa bangga telah melewatkan waktu bersama Barca.
"Menjadi pelatih memungkinkan Anda berhubungan dengan orang di sini. Saya punya hubungan luar biasa bersama orang-orang di sini," ucapnya seperti dikutip situs Marca, Jumat (3/5/13).
Pep memberikan pujian kepada para pemain Barcelona yang pernah ditanganinya.
"Para pemain yang pernah saya tangani mencintai apa yang mereka kerjakan. Mereka tak pernah kehilangan semangat," katanya.
Selain memuji skuat Barcelona, Pep Guardiola juga mengungkapkan rahasia kesuksesannya saat menjadi arsitek skuat Barca hingga menjadi juara.
"Segala sesuatunya telah berjalan lancar di Barca karena saya berpengalaman melatih klub amatir dan profesional. Anda dapat menjadi juara bersama tim-tim yang besar. Ini semua terpulang kepada besar kecilnya sebuah klub," ujarnya.
Sehubungan dengan klub barunya, Bayern Muenchen, Pep tak ingin terburu-buru bicara tentang masa depannya bersama klub asal Jerman itu.
"Lebih baik, kita tidak bicara soal Bayern Muenchen. Saya akan bicara jika saya memang sudah bekerja di sana. Orang memutuskan menjadi manajer karena ia ingin mengukir prestasi bersama tim yang dilatihnya," kata Pep.
Pep Guardiola mengaku dirinya berada di Barca justru karena waktunya yang tepat.
"Ketika Anda memutuskan hengkang dari klub yang lebih baik, maka semuanya itu terpulang kepada sebuah keputusan. Saya merasa gembira pernah berada di Barcelona," ungkapnya.
Saat ditanya tentang tim favoritnya untuk laga Piala Dunia di Brasil 2014 mendatang, Pep Guardiola mengatakan bahwa Spanyol menjadi tim unggulannya.
"Spanyol favorit memenangi Piala Dunia, selain Jerman, Brasil, dan Argentina," katanya mengakhiri tanya jawab.
"Segala kenangan dan langkahku bersama Barcelona telah berakhir. Anda lahir, Anda tumbuh, dan Anda menjadi tua. Itulah tahapan dalam kehidupan," katanya.
Ucapan itu disampaikan Pep Guardiola di hadapan sekitar 120 anak-anak sekolah dasar di Ibukota Argentina, Buenos Aires. Pep tak mau menjawab secara tegas ketika ditanya apakah dirinya mau melatih Barcelona lagi pada suatu saat. Namun, Guardiola mengaku merasa bangga telah melewatkan waktu bersama Barca.
"Menjadi pelatih memungkinkan Anda berhubungan dengan orang di sini. Saya punya hubungan luar biasa bersama orang-orang di sini," ucapnya seperti dikutip situs Marca, Jumat (3/5/13).
Pep memberikan pujian kepada para pemain Barcelona yang pernah ditanganinya.
"Para pemain yang pernah saya tangani mencintai apa yang mereka kerjakan. Mereka tak pernah kehilangan semangat," katanya.
Selain memuji skuat Barcelona, Pep Guardiola juga mengungkapkan rahasia kesuksesannya saat menjadi arsitek skuat Barca hingga menjadi juara.
"Segala sesuatunya telah berjalan lancar di Barca karena saya berpengalaman melatih klub amatir dan profesional. Anda dapat menjadi juara bersama tim-tim yang besar. Ini semua terpulang kepada besar kecilnya sebuah klub," ujarnya.
Sehubungan dengan klub barunya, Bayern Muenchen, Pep tak ingin terburu-buru bicara tentang masa depannya bersama klub asal Jerman itu.
"Lebih baik, kita tidak bicara soal Bayern Muenchen. Saya akan bicara jika saya memang sudah bekerja di sana. Orang memutuskan menjadi manajer karena ia ingin mengukir prestasi bersama tim yang dilatihnya," kata Pep.
Pep Guardiola mengaku dirinya berada di Barca justru karena waktunya yang tepat.
"Ketika Anda memutuskan hengkang dari klub yang lebih baik, maka semuanya itu terpulang kepada sebuah keputusan. Saya merasa gembira pernah berada di Barcelona," ungkapnya.
Saat ditanya tentang tim favoritnya untuk laga Piala Dunia di Brasil 2014 mendatang, Pep Guardiola mengatakan bahwa Spanyol menjadi tim unggulannya.
"Spanyol favorit memenangi Piala Dunia, selain Jerman, Brasil, dan Argentina," katanya mengakhiri tanya jawab.