6 Fakta Film Dosa Musyrik Karya Hadrah Daeng Ratu: Marthino Lio Pakai Keris Keramat, Syuting di Yogyakarta

Sineas Hadrah Deng Ratu melahirkan film horor terbaru, Dosa Musyrik yang dibintangi Marthino Lio dan Delia Husein. Film ini mengisahkan keris keramat.

oleh Wayan DianantoDiperbarui 01 November 2024, 14:41 WIB
Sineas Hadrah Deng Ratu melahirkan film horor terbaru, Dosa Musyrik yang dibintangi Marthino Lio dan Delia Husein. Film ini mengisahkan keris keramat. (Foto: Dok. MVP Pictures)

Liputan6.com, Jakarta Sineas Hadrah Deng Ratu melahirkan film terbaru, Dosa Musyrik yang dibintangi Marthino Lio dan Delia Husein. Film ini mengisahkan Nugie yang terimpit utang Rp40 juta hingga dikejar-kejar lintah darah.

Ia lantas nekat mencuri keris keramat untuk dijual. Hasil penjualan hendak dipakai untuk bayar utang. Apes, penghuni keris itu muncul di rumah Nugie. Horor bukan genre baru bagi Hadrah Daeng Ratu.

Salah satu karyanya, Pemandi Jenazah kini membuka 10 besar film Indonesia terlaris 2024. Hadrah Deng Ratu mengklaim Dosa Musyrik yang diproduksi bersama MVP Pictures berbeda dari karyanya sebelumnya.

Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini menghimpun 6 fakta film Dosa Musyrik karya sineas Hadrah Daeng Ratu, yang menghantui bioskop Tanah Air mulai 31 Oktober 2024. Selamat menonton.

 


1. Syuting Bulan Ramadan di Jogja

Hadrah Daeng Ratu. (Foto: Dok. Instagram @non_hadrah)

Dalam wawancara khusus dengan Showbiz Liputan6.com, Kamis (31/10/2024), Hadrah Daeng Ratu mengenang kali pertama ditawari proyek Dosa Musryik awal 2023. Ia langsung tertarik.⁠

“Tahun 2023 awal. Sangat menarik bekerja sama awal dengan MVP Pictures. Kami mulai syuting pada bulan Ramadan tahun lalu di Yogyakarta selama kurang lebih 20 hari,” katanya lewat telepon.

 


2. Marthino Lio Tertarik Keris

Marthino Lio. (Foto: Dok. Instagram @marthinolio)

Dosa Musryik menempatkan Marthino Lio sebagai ujung tombak cerita. Hadrah Daeng Ratu merasa tak salah pilih pemain mengingat aktor peraih 2 Piala Citra itu memang menyukai keris.

“⁠Seru karena Lio dan Delia sangat antusias dengan cerita ini. Terlebih Lio punya ketertarikan tersendiri dengan keris. Jadi wawasan tentang benda-benda keleniknya juga bagus,” ungkap Hadrah Daeng Ratu.

 


3. Diksusi Dengan Budayawan Jogja

Pritt Timothy sebagai Mbah Narto dalam film Dosa Musyrik. (Foto: Dok. MVP Pictures)

Hadrah Daeng Ratu tak menampik bahwa sejumlah benda pusaka memang dihuni makhluk halus. Karenanya, treatment film Dosa Musyrik yang mengisahkan keris berpenghuni lelembut tak bisa sembarangan.

“Ya (keris) sangat mistis. Kami banyak diskusi dengan budayawan di Yogyakarta. Saya juga terbantu sekali dengan Om Prit Timothy (pemeran dukun Mbah Narto -red). Ia salah satu aktor yang latar belakangnya Kejawen,” urainya.

 


4. Tak Ada Arwah Penasaran

Hadrah Daeng Ratu. (Foto: Dok. Instagram @non_hadrah)

Tak berlebihan jika Hadrah Daeng Ratu mengklaim Dosa Musyrik beda dari film horor garapannya sebelumnya. Setidaknya ada dua aspek yang membedakan. Salah satunya, elemen kejut atau jumpscare.

Lanjut Baca:

“Di sini kita tidak mengumbar jumpscare. Tak ada hantu dari orang mati. Lebih membangun mistis sebuah benda yang memiliki entitas dan bagaimana dunia entitas tersebut seolah nyata,” Hadrah Daeng Ratu mengulas.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya