Liputan6.com, Samarinda: Pedagang buah-buahan yang sering menggunakan Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, sebagai jalur transportasi kini tengah resah. Ini disebabkan, debit air Sungai Mahakam surut dan sering mengakibatkan kapal yang melintas kandas. Bertumpuknya sampah di dasar sungai juga semakin menambah dangkal air. Alhasil banyak pemilik kapal besar membatalkan diri untuk berlayar. Demikian pantauan reporter SCTV dari kawasan Sungai Mahakam, baru-baru ini.
Para pedagang tidak dapat memprediksikan sampai kapan air sungai akan terus dangkal. Seorang penjual pisang mulai khawatir barang dagangannya bakal membusuk karena sudah empat hari tertahan dikirim ke Jawa. Biasanya, ia bisa mengirim pisang melalui Melak-Samarinda-Balikpapan dalam tempo dua hari. Sang pedagang berharap, kondisi air akan segera normal. Sebab, sungai menjadi sarana transportasi utama bagi penduduk setempat.
Air Sungai Mahakam juga sering dipakai mengairi areal persawahan. Penggunaan air sungai biasanya dilakukan ketika debit waduk dan bendungan menurun. Lihat saja pada musim bencana kekeringan Juni silam. Pemerintah Daerah Kaltim terpaksa menyedot air Sungai Mahakam agar petani tidak mengalami gagal panen [baca: Petani Kaltim Terancam Gagal Panen]. Kondisi persawahan yang dinilai paling parah mengalami kekeringan antara lain daerah Kecamatan Berau, Sangata, Melak, dan Samarinda.(KEN/Polmart Aritonang)
Para pedagang tidak dapat memprediksikan sampai kapan air sungai akan terus dangkal. Seorang penjual pisang mulai khawatir barang dagangannya bakal membusuk karena sudah empat hari tertahan dikirim ke Jawa. Biasanya, ia bisa mengirim pisang melalui Melak-Samarinda-Balikpapan dalam tempo dua hari. Sang pedagang berharap, kondisi air akan segera normal. Sebab, sungai menjadi sarana transportasi utama bagi penduduk setempat.
Air Sungai Mahakam juga sering dipakai mengairi areal persawahan. Penggunaan air sungai biasanya dilakukan ketika debit waduk dan bendungan menurun. Lihat saja pada musim bencana kekeringan Juni silam. Pemerintah Daerah Kaltim terpaksa menyedot air Sungai Mahakam agar petani tidak mengalami gagal panen [baca: Petani Kaltim Terancam Gagal Panen]. Kondisi persawahan yang dinilai paling parah mengalami kekeringan antara lain daerah Kecamatan Berau, Sangata, Melak, dan Samarinda.(KEN/Polmart Aritonang)