Untuk menggelar fashion show di pesawat perlu persiapan matang. Jauh sebelum pelaksanaan hingga menjelang penerbangan, Ika Puspitarini dan tim Citilink mempersiapkan segalanya berjalan lancar. (Liputan6.com/Danu Baharuddin)
Kapten Pilot Citilink mempersembahkan rangkain bunga untuk Ika Puspitarini sebagai tanda berakhirnya fashion show di udara, yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia. (Liputan6.com/Danu Baharuddin)
Fashion show yg bertajuk "Hightitude, Fashion in Motion" mengangkat kain Bugis dari Sulawesi, Ulos dari Sumatera Utara dan nuansa warna monokromatik berupa kain songket dan tenun cantik dari daerah Bali. (Liputan6.com/Danu baharuddin)
Tak cuma untuk wanita, butik Mahija juga menampilkan model untuk kaum pria, sebab kain nusantara memang tak hanya identik dengan kaum hawa. (Liputan6.com/Danu Baharuddin)
Sang model tengah memeragakan gaun berbahan songket. Dengan dominasi kain pelosok nusantara, Ika Puspitarini mencoba mengedepankan keanggunan bernuansa etnik. (Liputan6.com/Danu Baharuddin)
Sejumlah penumpang yang sebelumnya tak tahu ada fashion show bertema "Hightitude, Fashion in Motion" ini, terpukau menyaksikan peragaan busana dalam rangka hari batik nasional. (Liputan6.com/Danu Baharuddin)
Mahija, butik yang fokus pada kain-kain nusantara, mempersembahkan beragam model baju di ketinggian lebih dari 30,000 kaki maskapai Citilink tujuan Bali - Jakarta. (Liputan6.com/Danu Baharuddin)
Fashion show lazimnya di gedung atau hotel. Tapi desainer yang juga pemilik butik Mahija, Ika Puspitarini, justru melakukan di udara dengan pilot dan pramugari sebagai model. (Liputan6.com/Danu Baharuddin)