Kisah Sukses Anak Malang di New York

Film ini diangkat dari novel yang berdasar kisah nyata penulisnya. Dan seperti kutipan di atas, Iwan Setyawan, penulisnya yang berasal dari Batu, Malang ini telah membuktikan bahwa dirinya adalah orang yang berani melangkah.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 April 2013, 11:36 WIB
Citizen6, Jakarta: "Dunia ini hanya milik orang yg berani melangkah, berani mengalami kekecewaan dan berani melalui kesendirian"

Film ini diangkat dari novel yang berdasar kisah nyata penulisnya. Seperti kutipan di atas, Iwan Setyawan, penulisnya yang berasal dari Batu, Malang ini telah membuktikan bahwa dirinya adalah orang yang berani melangkah. Tidak tanggung-tanggung, langkahnya sampai jauh ke New York.

Seperti mayoritas anak-anak Indonesia lainnya, Iwan Setyawan lahir pada sebuah keluarga yang sangat sederhana (baca: miskin). Meski  tidak mempunyai biaya untuk menyekolahkan anak-anaknya, mereka tetap mempunyai anak banyak dengan alasannya masing-masing.

Iwan Setyawan dan jutaan anak-anak miskin lainnya di Indonesia harus menghadapi kehidupan yang begitu "mengerikan".  Mereka seperti para antelop yang menyeberangi sungai yang dihuni penuh buaya yang sering ditayangkan National Geographic Channel .

Iwan Setyawan selamat melewati babak hidupnya yang "mengerikan" itu, bukan saja karena kegigihannya yang maksimal dalam mewujudkan cita-citanya, namun dia juga beruntung karena dia cerdas.  Dukungan ibu dan ketiga saudara perempuannya juga makin menguatkan keyakinannya bahwa dia harus sukses.

Kesuksesan itu harus dibayar mahal, berada jauh dari keluarga, di New York ia kesepian.

Tidak seperti film-film "motivator" lainnya yang sering klise dan vulgar menggurui, film yang disutradarai Ifa Isfansyah ini menginspirasi dengan bahasa gambar yang menarik.  Namun ada beberapa hal yang kurang meyakinkan ketika Iwan berada di New York, misalnya ketika di dalam kereta, atau sedang di bandara yang selalu sendirian, tak ada orang lain. Mungkinkah ini bermaksud untuk menegaskan kesepian-kesepian yang dialaminya?

Ihsan Tarore berperan sebagai Setyawan sangat baik dalam film ini. Namun tentu saja Alex Komang, aktor senior ini sangat prima memerankan Ayah yang keras, tegas dan bertanggung jawab terhadap keluarga.   

Novel 9 Summers 10 Autumns beberapa waktu lalu menjadi best seller. Apakah filmnya akan mengikuti kesuksesan bukunya? (Karmin Winarta)

*Karmin Winarta, selain aktif sebagai volunteer di Akademi berbagi dan Kopdar Budaya adalah pewarta warga, bisa dihubungi via @fanabis

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke citizen6@liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya