Liputan6.com, Jakarta - Kejuaraan Dunia MMA 2024 menggelar hari pertama di Dewa United Arena, Rabu (11/12/2024). Sebanyak 378 atlet dari 47 negara berpartisipasi dalam pentas senior ajang bernama resmi GAMMA World MMA Championships 2024 ini. Ada dua kategori yang dipertandingkan yakni striking MMA dan MMA.
Pada hari pertama, 13 dari total 34 atlet Indonesia berjuang dalam perjalanan meraih emas. Namun, hanya dua yang meraih kemenangandan melangkah ke babak berikutnya.
Advertisement
Eko Roni Saputra sukses menaklukkan atlet asal Kirgizstan Adil Tashtanaliev di babak 32 besar nomor putra -61,2kg MMA. Sementara Melpida Sitohang berjaya atas Hanee Rasool dari Mauritius melalui kemenangan TKO di babak 16 besar nomor putri -61,2 kg MMA.
Yani Mandey selaku Pelatih Kepala Pelatnas Senior PB Pertacami menyatakan partisipasi di Kejuaraan Dunia amat banyak manfaatnya bagi perkembangan atlet Indonesia. Salah satunya adalah pengalaman merasakan persaingan internasional.
“Tentunya negara-negara yang datang ini bukan main-main, negara yang sudah melahirkan fighter-fighter terbaik di dunia. Tentunya ini menjadi suatu pengalaman yang membuat atlet-atlet Indonesia lebih matang,” tutur Yani usai pertandingan.
“Dari panggung internasional ini atlet Indonesia bisa banyak belajar, tentu juga akan menjadi pengalaman dan menambah jam terbang bersaing dengan atlet-atlet dari luar negeri dalam kejuaraan yang diselenggarakan PB Pertacami dan GAMMA,” sambungnya.
Upacara Pembukaan Kejuaraan Dunia MMA 2024
Kejuaraan Dunia MMA 2024 resmi dibuka Selasa (10/12/2024). Upacara menghadirkan atmosfer megah yang berpadu dengan kekayaan budaya Indonesia.
Pembukaan dimulai dengan penampilan tradisional pencak silat. Kemegahan acara semakin terasa dengan Ceremonial Show yang memanfaatkan teknologi LED dan video mapping.
Visual spektakuler ini menggambarkan perjalanan MMA dari tradisi bela diri hingga menjadi olahraga modern yang mendunia. Momen ini mencapai klimaksnya dengan pertunjukan kembang api yang menghiasi langit Dewa United Arena.
Saung Angklung Mang Ujo turut menghadirkan alunan musik khas Sunda yang mengajak seluruh tamu undangan larut dalam euforia. Penampilan ini menyempurnakan pengalaman para peserta dan tamu internasional, memperkenalkan sisi lain dari keragaman budaya Indonesia yang penuh harmoni.