Liputan6.com, Jakarta: Perseteruan dengan kubu Matori Abdul Djalil, ternyata tak menghalangi langkah Partai Kebangkitan Bangsa pimpinan Alwi Shihab. Rabu (25/6), PKB Kuningan mendaftar ke Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Pimpinan PKB Kuningan yang datang termasuk Mohammad A.S. Hikam dan Alwi Shihab. Mereka diterima Ketua Verifikasi Partai Politik Depkeh HAM Ramli Hutabarat dan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Depkeh HAM Zulkarnain Yunus.
Kendati demikian, kedua pejabat tersebut mengatakan baru hari ini bisa memutuskan pendaftaran itu sah secara hukum. Sebab, hingga saat ini, Depkeh HAM belum menerima salinan keputusan Mahkamah Agung yang mengatur hal itu [baca: Ketua MA: Kasasi Kasus PKB Berkekuatan Hukum Tetap]. Mereka juga mengungkapkan, dari 53 parpol yang telah mendaftarkan diri baru tiga yang lolos tahapan verifikasi.
Sedangkan Ketua Umum PKB Alwi Shihab mengatakan, mereka mendaftar setelah kasusnya dimenangkan di tingkat MA. Dengan kata lain, kubu mereka yang berhak memakai lambang dan nama PKB [baca: PKB Kuningan Tetap Menggunakan Atribut PKB].
Selain PKB, Partai Demokrat pimpinan Profesor Budi Santoso juga mendaftar ke Depkeh dan HAM. Pada kesempatan tersebut, Budi optimistis pendiri partai mereka Susilo Bambang Yudhoyono akan terpilih sebagai presiden.(ANS/Nina Bahri dan Gatot Setiawan)
Kendati demikian, kedua pejabat tersebut mengatakan baru hari ini bisa memutuskan pendaftaran itu sah secara hukum. Sebab, hingga saat ini, Depkeh HAM belum menerima salinan keputusan Mahkamah Agung yang mengatur hal itu [baca: Ketua MA: Kasasi Kasus PKB Berkekuatan Hukum Tetap]. Mereka juga mengungkapkan, dari 53 parpol yang telah mendaftarkan diri baru tiga yang lolos tahapan verifikasi.
Sedangkan Ketua Umum PKB Alwi Shihab mengatakan, mereka mendaftar setelah kasusnya dimenangkan di tingkat MA. Dengan kata lain, kubu mereka yang berhak memakai lambang dan nama PKB [baca: PKB Kuningan Tetap Menggunakan Atribut PKB].
Selain PKB, Partai Demokrat pimpinan Profesor Budi Santoso juga mendaftar ke Depkeh dan HAM. Pada kesempatan tersebut, Budi optimistis pendiri partai mereka Susilo Bambang Yudhoyono akan terpilih sebagai presiden.(ANS/Nina Bahri dan Gatot Setiawan)