Liputan6.com, Jakarta - Rider Gresini Racing Marc Marquez menorehkan kemenangan tak terduga pada MotoGP San Marino 2024 di Sirkuit Misano, Minggu (8/9/2024) malam WIB.
Start dari posisi sembilan, Marquez mengaku tidak memiliki banyak harapan untuk kembali menempati podium tertinggi seperti seri sebelumnya di Aragon.
Advertisement
Namun, hujan yang turun sebentar membantunya mendekati rombongan terdepan hingga akhirnya menyalip pimpinan lomba Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo). Marquez lalu menjaga keunggulan hingga akhir MotoGP San Marino 2024.
"Tanpa hujan, mustahil bertarung melawan rider-rider di depan," kata Marquez dilansir Crash.
Berkat kemenangan tersebut, Marquez sukses memangkas jarak dari pimpinan klasemen Jorge Martin (Prima Pramac Racing) menjadi 53 angka. Juara dunia delapan kali itu juga berpeluang mencetak hattrick menjuarai tiga seri beruntun.
Marc Marquez Bidik Prestasi 2019
Marquez tentu tidak akan membayangkan berada dalam situasi itu ketika bergabung dengan Gresini Racing di awal 2024. Berkali-kali dia menegaskan targetnya musim ini hanyalah kembali menikmati balapan setelah berkutat dengan cedera dan penurunan kinerja Honda dalam tiga tahun terakhir.
Kini dia berpeluang menyamai rapor yang dibukukannya pada masa kejayaan bersama Honda. Terakhir kali Marquez menguasai minimal tiga lomba beruntun terjadi tahun 2019, ketika berjaya di lima seri berturut-turut.
Ajang selanjutnya yakni MotoGP Emilia Romagna masih berlangsung di trek sama pada 20-22 September menyusul pembatalan lomba di India.
Jalan Balapan MotoGP San Marino 2024
Rintik mengiringi awal lomba. Bagnaia tidak mengulang kesalahan sprint race dengan mempertahankan posisi terdepan. Sementara Martin kembali melakukan start bagus untuk menempelnya.
Di lap kedua, Martin terpaksa mengerem keras demi menghindari kontrak ketika coba menyalip Bagnaia. Namun, Pedro Acosta (Tech3 GASGAS) gagal melakukan hal serupa sehingga menabrak Franco Morbidelli (Prima Pramac Racing).
Kedua pembalap tidak terjatuh, tapi Acosta kehilangan areodinamika pada RC16 yang ditungganginya. Situasi demikian kemudian membuatnya terjatuh di Tikungan 14 putaran empat.
Kondisi berubah dari gerimis menjadi hujan. Morbidelli terjatuh, dengan Martin menjadi pembalap pertama yang mengganti motor.
Para pembalap lain terus berkompetisi. Dalam kondisi licin, Marquez mampu menyodok untuk jadi yang terdepan. Hujan berhenti, memaksa Martin masuk pit lagi untuk kembali memakai ban kering. Dia kini satu putaran tertinggal dan berada di urutan 15.