Semua orang di lingkungan pesantren menunggu kehadiran mereka. salah satunya adalah Najib yang juga menunggu Nada karena rasa cintanya. Nada merupakan mantan gebetan Najib yang gagal didapatkannya.
Kini, Najib sudah menikah dengan Aisyah dan telah memiliki anak bernama Ashar Magrib. Ashar Magrib nantinya menjadi saingan Wahyu Subuh Junior dalam memperebutkan Nayla, santri perempuan yang cantik. Awalnya, Wahyu Subuh Junior kesal pada Nayla karena sikap sombongnya dengan tidak mau menyebut namanya.
Di Pondok pesantren ini, ada seseorang bernama Bahrun, guru IT yang tidak banyak bicara namun mahir di bidang teknologi. Ia memang dikhususkan agar para santri mengerti hal-hal yang berhubungan dengan teknologi. Namun, kemahirannya malah sering dimanfaatkan oleh Najib untuk kepentingannya sendiri.
Kyai besar berharap nantinya Wahyu Subuh Junior bisa melanjutkan kepemimpinannya dan membuat pesantren semakin modern dengan ilmu yang didapatnya di luar negeri. Namun, setelah Wahyu Subuh datang, Kyai kaget dengan sikap Wahyu Subuh Junior yang tidak ingin tinggal di pondok pesantren. Menurutnya, pesantren sang Kyai terlihat kampungan.
Bahkan, ia tidak mau dipanggil Wahyu Subuh Junior. Ia hanya ingin melihat kalau dipanggil Junior saja. Bicaranya pun dibuat dengan logat Inggris. Namun, Kyai besar bisa menerima sikap Wahyu Subuh Junior meskipun Nada menjadi kesal dan malu dibuatnya. Kyai besar berusaha mendekatkan diri seperti yang Junior inginkan, supaya Junior mengurungkan niatnya untuk kembali ke luar negeri.
Wahyu Subuh Junior awalnya dibuat kesal oleh Nayla. Namun, lama kelamaan ia makin penasaran. Begitu juga dengan Nayla yang diam-diam penasaran dengan Wahyu Subuh Junior. Namun, Nayla b