Teater Gandrik Pentaskan Super Hero Lokal

Dalam dunia komik, biasanya super hero hadir untuk membasmi kejahatan. Namun apa jadinya jika para super hero yang seharusnya melindungi rakyat justru bersepaka

oleh Liputan6.comDiterbitkan 19 April 2013, 14:00 WIB
SH

Citizen6, Yogyakarta: Dalam dunia komik, biasanya super hero hadir untuk membasmi kejahatan. Namun apa jadinya jika para super hero yang seharusnya melindungi rakyat justru bersepakat berbuat jahat? Mereka bahkan tidak hanya menebar bencana tetapi juga merampok dan membikin resah masyarakat. Lalu, dalam kondisi ini siapa yang akan membela rakyat? Kisah di atas merupakan salah satu benang merah dari pentas Teater Gandrik yang melakonkan "Gundala Gawat" di Taman Budaya Yogyakarta, pada Selasa 16 April 2013. Selain di Jogja, pementasan serupa rencananya akan dipentaskan di Taman Ismail Marjuki Jakarta, pada 26-27 April 2013.Pementasan Teater Gandrik kali ini merupakan pementasan perdana setelah wafatnya Heru Kesawamurti, salah satu aktor dan penulis naskah. Untuk pementasan "Gundala Gawat", naskah ditulis oleh Gunawan Muhammad, sedangkan untuk sutradara sekaligus penata musik ditangani oleh Djadug Feriyanto. Pementasan lakon ini, tak lebih sebuah parodi satire atas segala kondisi sosial politik yang terjadi di sekitar kita. Parodi tokoh super hero ini bukan hal baru, tapi yang membedakan lakon ini dibanding parodi serupa adalah pesan moral dari cerita yang dipapar sepanjang pementasan.Pementasan lakon Gundala sendiri mengemban banyak misi, kata Djadug. Antara lain misi memperkenalkan tokoh super hero lokal yang nyaris tidak dikenal oleh anak-anak generasi sekarang. Sedangkan misi lainnya adalah menggugah kepedulian semua pihak untuk menghidupkan lagi industri komik lokal, yang sekarang ini justru banyak didominasi oleh komik-komik asing."Kita ini punya banyak tokoh super hero. Selain Gatotkaca dan Gundala, kita punya Aquanus, Jin Kartubi, Kapten Melar ,Godam dan beberapa tokoh Superhero lainnya. Tetapi semua tokoh superhero itu nyaris tak pernah menjadi pembicaraan kita," ujar Djadug.Lalu kenapa dipilih tokoh Gundala, salah satu alasannya karena Gundala merupakan super hero yang secara tak langsung mempunyai ikatan batin dengan Gandrik. Dalam versi komik, Gundala yang bernama asli Sancaka itu merupakan tokoh super hero yang mempunyai kemampuan menembakan "petir" atau halilintar dari tangannya. Di lain hal, setiap mendengar ledakan halilintar, masyarakat Jawa secara spontan mengucap kata," Gandrik, putrane Ki Ageng Selo!"Karena itu, terminologi 'Petir' dalam lakon "Gundala Gawat" ini menjadi instrumen penting yang menyangga lakon dari awal hingga akhir. Pementasan yang dikemas dengan gaya sampakan atau musik jawa ini terasa sangat futuristik karena dilengkapi dengan animasi-animasi yang menyambung antara adegan yang satu dengan adegan lainnya.Pementasan Gundala Gawat ini merupakan pementasan kolaborasi antara teater Gandrik dengan jurnalis, esais dan penyair. Karena melibatkan pihak lain, maka Gandrik harus menyediakan ruang-ruang toleransi dalam mengeksekusi ide-ide artistik. Hal itu tentu bukan pekerjaan yang mudah, karena ide-ide kreatif masing-masing harus dapat 'kawin' sehingga menjadi sebuah karya kreatif yang menyatu. "Ini tentu sebuah tantangan baru bagi Gandrik," ujar Djadug.Beberapa tokoh yang bermain dalam pementasan ini antara lain Susilo Nugroho (Gundala ), Butet Kertarajasa (Pak Petir), Jujuk Prabowo (Sun Bokong), Jamaludin Latif (Aquanus), Gunawan Maryanto (Pangeran Melar) serta pencipta tokoh Gundala, Hasmi yang memerankan dirinya sendiri. Meskipun dalam beberapa adegan, Gandrik masih mampu memancing tawa, tetapi tanpa peran Sepnu Heryanto pementasan Gandrik kali ini terasa sangat kering. Bahkan, kurator senirupa Kuss Indarto yang malam itu hadir dipanggung penonton menyatakan sempat tertidur disela-sela pertunjukan. "Baru kali ini saya menonton Gandrik, tapi sempat tertidur," ujar Kuss. (Sulistyawan/Mar)Sulistyawan adalah pewarta warga. Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke citizen6@liputan6.com

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya