Liputan6.com, Leupeung: Perang di Aceh kembali memakan korban. Dua anggota Gerakan Aceh Merdeka tewas dalam kontak senjata dengan TNI di kawasan Leupeung, Aceh Besar, Jumat kemarin. Uniknya, kedua anggota kelompok separatis ini bertempur mengenakan seragam lengkap TNI dan Brigade Mobil. Mereka baru bisa dievakuasi Sabtu (14/6), karena lokasi pertempuran perbukitan Leupeung sulit dijangkau dan rawan.
Ali tewas dengan luka tembak di tubuh. Sedangkan Nasrudin meregang nyawa dalam balutan pakaian resmi anggota Brimob yang sobek diterjang timah panas. Dalam baku tembak di kawasan perbukitan itu, anggota Batalyon 643 Pontianak, Kalimantan Barat, menyita sebuah senjata serbu M16, enam magasin, dan sekitar 200 butir peluru. Diperkirakan sekitar 50 anggota GAM masih bersembunyi di kawasan Leupeung. Diduga mereka menggunakan senjata serbu buatan Rusia, (Automat Kalashnikov) AK 47.
Sejak penerapan Darurat Militer di Aceh hingga sekarang, tercatat sekitar 200 anggota GAM tewas dan 150 orang lain menyerahkan diri. Kemarin, Wakil Panglima GAM Wilayah Sabang menyerahkan diri ke TNI. Abdulah, begitu nama pria kurus ini, datang tanpa senjata yang biasa dipakai untuk menyerang musuhnya yang tak lain adalah tentara Indonesia. Dia mengaku membelot lantaran sadar bahwa perjuangan kelompok separatis itu tak sejalan lagi dengan keinginan mayoritas masyarakat Serambi Mekah [baca: Sebagian Pengungsi Aceh Berteduh di Tenda Darurat].(TNA/Nurul Amin)
Ali tewas dengan luka tembak di tubuh. Sedangkan Nasrudin meregang nyawa dalam balutan pakaian resmi anggota Brimob yang sobek diterjang timah panas. Dalam baku tembak di kawasan perbukitan itu, anggota Batalyon 643 Pontianak, Kalimantan Barat, menyita sebuah senjata serbu M16, enam magasin, dan sekitar 200 butir peluru. Diperkirakan sekitar 50 anggota GAM masih bersembunyi di kawasan Leupeung. Diduga mereka menggunakan senjata serbu buatan Rusia, (Automat Kalashnikov) AK 47.
Sejak penerapan Darurat Militer di Aceh hingga sekarang, tercatat sekitar 200 anggota GAM tewas dan 150 orang lain menyerahkan diri. Kemarin, Wakil Panglima GAM Wilayah Sabang menyerahkan diri ke TNI. Abdulah, begitu nama pria kurus ini, datang tanpa senjata yang biasa dipakai untuk menyerang musuhnya yang tak lain adalah tentara Indonesia. Dia mengaku membelot lantaran sadar bahwa perjuangan kelompok separatis itu tak sejalan lagi dengan keinginan mayoritas masyarakat Serambi Mekah [baca: Sebagian Pengungsi Aceh Berteduh di Tenda Darurat].(TNA/Nurul Amin)