Liputan6.com, Jakarta All Eyes on Rafah. Seruan singkat ini kembali mengemuka begitu Israel melancarkan serangan brutal terhadap kamp pengungsi Rafah yang memantik kemarahan warga dunia. Termasuk di antaranya, adalah para pesohor dunia.
Salah satu nama artis kondang yang selama ini lantang bersuara atas genosida Israel di Palestina adalah Bella Hadid. Ia rutin membagikan unggahan mengenai kondisi di sana, lewat media sosial.
Advertisement
Terkait serangan di Rafah, salah satu unggahan yang ia bagikan ulang adalah dari PBB Agensi Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat atau UNRWA. Disampaikan bahwa organisasi ini bahkan tak bisa menghubungi anggotanya yang berada di Rafah untuk mendapat gambaran utuh mengenai kondisi di sana.
Dalam unggahan yang ia bagikan pada Senin (27/5/2024), adik Gigi Hadid ini menambahkan, “Do you understand the horror now????? Is it clicking yet!?! (Apa kamu sudah mengerti kengeriannya? Sudah paham!?!)”
Selain Bella Hadid, banyak pesohor lain yang ikut bersuara soal serangan di Rafah. Sebagian dari mereka, sebelumnya memang lantang mendesak gencatan senjata di Palestina.
Bintang Last of Us Bella Ramsey membagikan ulang unggahan @chooselove yang menyampaikan bahwa banyak pengungsi—dan anak-anak terbakar hidup-hidup dalam serangan ini.
Aktris 20 tahun ini menyentil pemerintah negaranya, Inggris, dengan menulis, “@ukgovofficial open your eyes.”
Pernyataan Unicef
Aktris Crazy Rich Asians, Gemma Chan, membagikan ulang pernyataan sikap dari Unicef yang menuntut gencatan senjata secepatnya.
“Gambaran mengenai anak-anak yang terbakar, dan anggota keluarga yang keluar dari tenda yang dibom di Rafah, mengagetkan kita semua. Pembunuhan terhadap anak-anak yang berlindung di tenda darurat, tidak dapat diterima,” begitu pernyataan dari Unicef.
Bintang Marvel Benedict Wong juga membagikan unggahan Unicef, dan seruan untuk bergerak menentang serangan ini.
Liam Cunningham hingga Jessie J
Aktor Game of Thrones Liam Cunningham membagikan foto jenazah korban serangan di Rafah, dan membagikan cuitan dari aktivis Sabreena Ghaffar-Siddiqui yang membayangkan skenario yang terjadi pada masa mendatang.
“Aku akan menunjukkan sebuah dokumenter tentang kejadian pada 26 Mei 2024, saat Israel menjatuhkan beberapa bom seberat 2 ribu ton kepada para pengungsi yang sedang tidur di tenda. Kemudian para mahasiswa akan bertanya mengapa dunia hanya diam tentang bagaimana dunia hanya diam meski kita punya rekaman video dari beberapa bulan sebelumnya, tentang serangan brutal yang serupa,” tulis Ghaffar-Siddiqui.