Menjadi juara, mengincar kontrak dengan Universal, atau memenangkan hadiah mobil sudah tentu menjadi motivasi para peserta The Voice Indonesia untuk ikut serta. Namun tidak bagi peserta rantauan asal Batam, Al Fattah.
Bagi Alf--begitu Al Fattah biasa disapa, menjajal babak Blind Audition menjadi daya tarik tersendiri baginya untuk mengikuti The Voice Indonesia. Posisi coach yang membelakangi peserta, justru menjadi tantangan baginya untuk menjajal kualitas suara. "Konsep Blind Audition ini benar-benar unik," tutur Al Fattah kepada Liputan6.com di Jakarta, Jumat (12/4/13).
Sebenarnya, Al Fattah pernah mengikuti ajang pencarian bakat pada 2005. Memliki pengalaman audisi, Al Fattah malah sempat ragu dengan kualitas suaranya.
"Pas Blind Audition lalu saya sempat nggak fokus karena coach nggak ada yang berbalik, tapi ketika lagu mau habis akhirnya Armand berbalik, dan saya senang banget bisa lolos," beber Al Fattah.
Selain mengungkapakan kebahagiannya, Al Fattah juga memberikan komentar seputar perbedaan ajang pencarian bakat yang pernah ia ikuti sebelumnya dan di The Voice Indonesia. Menurutnya, jika di ajang pencarian bakat lain, pelatih vokal berasal dari luar dewan juri.
Namun, jika di The Voice Indonesia, pelatih vokal benar-benar dari coach yang memilih kontestan. "Waktu itu saya kaget juga pas melihat Armand turun langsung buat melatih," ucap peserta 34 tahun tersebut.(Yud/Asw)
Bagi Alf--begitu Al Fattah biasa disapa, menjajal babak Blind Audition menjadi daya tarik tersendiri baginya untuk mengikuti The Voice Indonesia. Posisi coach yang membelakangi peserta, justru menjadi tantangan baginya untuk menjajal kualitas suara. "Konsep Blind Audition ini benar-benar unik," tutur Al Fattah kepada Liputan6.com di Jakarta, Jumat (12/4/13).
Sebenarnya, Al Fattah pernah mengikuti ajang pencarian bakat pada 2005. Memliki pengalaman audisi, Al Fattah malah sempat ragu dengan kualitas suaranya.
"Pas Blind Audition lalu saya sempat nggak fokus karena coach nggak ada yang berbalik, tapi ketika lagu mau habis akhirnya Armand berbalik, dan saya senang banget bisa lolos," beber Al Fattah.
Selain mengungkapakan kebahagiannya, Al Fattah juga memberikan komentar seputar perbedaan ajang pencarian bakat yang pernah ia ikuti sebelumnya dan di The Voice Indonesia. Menurutnya, jika di ajang pencarian bakat lain, pelatih vokal berasal dari luar dewan juri.
Namun, jika di The Voice Indonesia, pelatih vokal benar-benar dari coach yang memilih kontestan. "Waktu itu saya kaget juga pas melihat Armand turun langsung buat melatih," ucap peserta 34 tahun tersebut.(Yud/Asw)