Wilayah Dumai dan Duri Mulai Diselimuti Asap

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau kini semakin meluas. Selain menyelimuti Kota Pekanbaru, kabut asap mulai tampak di Kota Duri dan Kota Dumai sejak dua hari silam.

oleh Liputan6Diterbitkan 05 Juni 2003, 14:47 WIB
Liputan6.com, Pekanbaru: Musibah kabut asap mulai meluas di beberapa daerah di Tanah Air. Berdasarkan pemantauan SCTV, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau kini semakin meluas. Sebab, selain menyelimuti Kota Pekanbaru, kabut asap mulai tampak di Kota Duri dan Kota Dumai sejak dua hari silam. Kabut tersebut terlihat semakin pekat di pagi hari dan perlahan menipis menjelang siang hari. Saat hari menjelang petang, kabut akan kembali muncul dan bertambah pekat.

Terhitung sejak dua hari silam, kabut asap pun mulai menyelimuti wilayah Duri dan Dumai. Hal itu terjadi lantaran jumlah titik api bertambah akibat hutan yang terbakar di kedua wilayah tersebut. Menurut satelit pemantau titik api milik National Oceanic Atmospheric Agency (NOAA) di Bogor, Jawa Barat, dalam sepekan terakhir terjadi peningkatan jumlah titik api secara drastis dari 40 menjadi 110 titik api [baca: Kabut Asap di Riau Kian Pekat]. Sejumlah titik api tadi tersebar hampir di seluruh kabupaten di Riau.

Selain kebakaran di Hutan Minas, Duri dan Taman Hutan Raya Dumai, sumber api juga terpantau berada di beberapa areal perkebunan sawit milik perusahaan swasta. Sementara sejumlah titik api di luar wilayah hutan dan perkebunan diduga berada di lahan milik warga. Titik api juga terdeteksi berasal dari lahan gambut yang juga ikut terbakar.

Di Pelabuhan Pekanbaru, beberapa kapal barang yang biasanya berlayar di jalur Sungai Siak pada sore hari, memilih mempercepat jadwal keberangkatan kapal pada siang hari. Perubahan jadwal tersebut dipilih karena pada sore hari kabut asap semakin pekat, sehingga menghalangi jarak pandang. Dikhawatirkan, kabut asap itu akan kembali menyebar ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.(BMI/Yusril Ardanis)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya