Saat ini semua orang tahu, China merupakan negara dengan ekonomi terbesar ke-2 di dunia dan sampai saat ini terus berkembang. Pada saat GDP China di US$ 7,5 triliun, saat itu GDP Amerika Serikat lebih dari US$ 15 triliun. Namun sekarang hal itu berubah, pertumbuhan setiap tahun seakan terlihat begitu cepat. Posisi Chna dalam ekonomi dunia seakan sudah menyaingi Amerika Serikat (AS).
Lalu seberapa besar ekonomi China?
Dikutip dari Forbes, Senin (8/4/2013), dalam waktu tiga tahun, Organisation of Economic Cooperation and Development (OECD) percaya bahwa perekonomian China akan melampaui ekonomi Amerika Serikat. Itu berarti pada saat Presiden Barrack Obama sudah tidak lagi di Gedung Putih, penggantinya akan menjadi Presiden pertama sejak Perang Dunia II yang tidak mengatur perekonomian terbesar di dunia. Diperkirakan, ekonomi China akan melewati AS pada 2020.
Pada tahun lalu, China mengalahkan Jerman dan AS untuk menjadi pasar sumber wisata terbesar di dunia. Menurut United Nations World Tourism Organization, belanja barang mewah oleh masyarakat China di Eropa pada tahun lalu menghabiskan leboh dari US$ 102 miliar, dimana hal itu naik US$ 73 miliar dari tahun 2011.
Anehnya, hal ini dilakukan China pada saat ekonomi mereka menunjukkan pelemahan karena pengaruh krisis Eropa dan pergeseran kebijakan ekonomi dalam negeri.
Namun, China bukan berarti negara yang tidak memilki permasalahan. Saat ini, China sedang berjuang dalam melawan virus Flu Burung, yang hingga saat ini sudah menimbulkan 4 korban meninggal dalam satu minggunya. Lebih dari 16 ribu ekor babi yang dibuang di sungai Shanghai mungkin menjadi sebab utama timbulnya virus Flu Burung itu. Udara, Air dan meningkatkan ketimpangan pendapatan
saat ini menjadi masalah serius bagi China.
Menurut penelitian terbaru dari PBB, China telah jauh melebihi pesaingnya dalam dunia manufaktur. Manufaktur China menghasilkan US$ 2,9 triliun per tahunnya, sedangkan AS hanya US$ 2,43 trilun per tahunnya.
"Pada 2011, output manufaktur China melonjak 23 % sementara output manufaktur AS hanya meningkat sebesar 2,8 %," kata American Enterprise Institute, Mark Perry dalam blognya Carpe Diem.
Pada tahun lalu, menurut Federal Reserve, manufaktur AS pertumbuhannya merosot ke 1,7 %, namun manufaktur China nampak semakin tumbuh.
Impor AS dari Asia naik 22 % pada Februari. Tentu saja sebagian besar besar dari China. Bahkan, AS diimpor US$ 32,7 miliar barang dari China pada bulan Februari. Kanada berada di posisi kedua dengan US$ 25,7 miliar, namun produk impornya didominasi oleh produk Minyak. Bahkan saat ini China terus bergerak untuk menjadi mitra dagang terbesar nomor 3 AS, selain Kanada dan Meksiko,
di mana defisit perdagangan antara China dan AS terus bertambah besar.
Pada 2012, AS mencatat defisit perdagangan terbesar yang pernah dengan China US$ 315 miliar, naik dari rekor sebelumnya $ 295 miliar pada 2011 dan rekor lain dari US$ 273 miliar pada 2010.
Menurut kontrol kualitas inspeksi konsultasi, AsiaInspection, yang berbasis di Hong Kong , pertumbuhan manufaktur di industri makanan China naik 212%. Pada produk kecantikan dan perawatan kulit naik 36% dan 42% di bidang manufaktur barang-barang mekanik. Jenis angka yang sulit ditemukan di negara lain di dunia, bahkan di India, yang memiliki hampir banyak orang China.
Sepertinya tidak semudah itu, perlua adanya standard modernisasi keamanan lingkungan dan pekerjanya, serta melahirkan segudang peluang bisnis bagi perusahaan yang dapat membantu China untuk sampai pada masa itu.
Pada Januari ini, Walmart menjadi berita utama ketika berkomitmen untuk berinvestasi US$ 50 miliar untuk produk "Made in America" selama 10 tahun ke depan. Secara perspektif, menurut laporan tahunan dari perusahaan multinasional, penjualan Walmart tahun 2012 adalah US$ 443,9 miliar. Dengan hal tersebut, diasumsikan bahwa Walmart menginvestasikan US$ 5 miliar per tahun di AS,
yang sama dengan kurang dari 1% dari penjualan 2012 Walmart diinvestasikan di manufaktur Amerika.
Sebagai bukti kebesaran China, Disney akan meluncurka film Iron Man 3 di bioskop China. Bahkan Disney sudah menginvestasikan pada filmnya yang dibuat dalam versi yang sedikit berbeda hanya untuk pasar di China.
Ini mungkin tidak cukup, China harus melakukan sesuatu terhadap berbagai permasalahan yang sedang dihadapinya saat ini. Waktu semata-mata akan berada di pihak China. Ini masih belum terlambat bagi China untuk membersihkan apa yang mesti dibersihkan untuk menjadi yang lebih besar. Memang, semua orang di planet ini sekarang sangat mengharapkan hal itu. (Yas/Ndw)
Advertisement