Sri Mulyani Bertemu Megawati di Tengah Isu Mundur dari Kabinet Jokowi, Luhut Buka Suara

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, buka suara terkait agenda pertemuan antara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.

oleh Maulandy Rizki Bayu KencanaDiterbitkan 07 Februari 2024, 18:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati turut memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. (dok: @smindrawati)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, buka suara terkait agenda pertemuan antara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.

Luhut mengaku tak tahu apa isi pertemuan antara Sri Mulyani dan Megawati. Namun menurutnya, hal itu wajar saja dilakukan tanpa perlu dikaitkan dengan politik soal isu kemunduran beberapa menteri.

"Ya enggak tahu saya kalau itu. Kalau ketemu kan boleh, silaturahmi," ujar Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Rabu (7/2/2024).

Lebih lanjut, Luhut pun menepis kabar bahwa sejumlah menteri bersiap mundur, khususnya beberapa tokoh yang telah menemui Megawati seperti Sri Mulyani.

"Enggak ada. Kami aja tadi masih rapat dengan semua menteri terkait," tegas Luhut.

Kata Sekjen PDIP

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan adanya pertemuan antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Hal itu disampaikan Hasto saat ditanya terkait dengan kabar pertemuan Sri Mulyani dengan Megawati.

"Pertemuan merupakan hal rutin. Tentu saja juga berbicara tentang bangsa dan negara, berbicara tentang fiskal (pendapat negara) itu merupakan hal penting," ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepada wartawan saat acara Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (3/2/2024).

Hasto menjelaskan, pertemuan itu berlangsung karena Megawati selaku Ketua Dewan Pengarah Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan Sri Mulyani selaku Ketua Pengarah Ex-Officio.

Namun, ketika disinggung terkait pertemuan itu membahas isu mundurnya Sri Mulyani dari jabatan Menteri Keuangan, Hasto enggan menjawab. Sebab, kata Hasto, pertemuan itu berlangsung secara tertutup.

"Ya Bu Sri Mulyani dan Bu Mega karena sering ketemu di BRIN secara tertutup ya, saya tak bisa sampaikan apa yang dibahas," ujar Hasto.

Isu Sri Mulyani akan mundur dari Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin diembuskan oleh ekonom senior Faisal Basri. Selain Sri Mulyani, Faisal Basri juga menyebut sejumlah menteri lainnya berencana untuk mundur. Salah satunya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono. Faisal menyebut, daftar menteri yang akan mundur lainnya dengan latar belakang teknokrat, bukan berasal dari partai.

 

Sandiaga Uno Jawab Isu Menteri Mundur: Whatsapp Group Sepi, Enggak Ada yang Ngomong Itu

Menteri Keuangan Sri Mulyani usai mengikuti rapat kerja pemerintah dengan Banggar DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/9/2022). Rapat tersebut membahas postur sementara RUU APBN TA 2023. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengaku belum mendapat kabar terbaru, siapa saja daftar menteri yang akan mundur dari kabinet jelang Pemilu 2024.

Sembari berkelakar, Sandiaga Uno mengatakan, sejauh ini belum ada perbincangan terkait isu kemunduran di WhatsApp group para menteri. 

"Belum. Selama ini enggak ada yang nyampein ke saya. Whatsapp group sepi. Menteri-menteri enggak ada yang ngomong mengenai itu," ujar Sandiaga Uno saat dijumpai di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Rabu (7/2/2024).

"Whatsapp group menteri itu seru, isinya saling meng-update kinerja masing-masing. Whatsapp group itu enggak ada yang berita-berita politik, sepi dari berita politik," imbuhnya. 

Dari pertemuannya bersama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menpora Dito Ariotedjo, ia mengaku situasi di dalam kabinet tetap solid antar para menteri. 

"Kita semua solid bekerja dan kita berhasil pisahkan antara tugas politik kita. Pak Dito sama saya berbeda pilihan, tapi tadi kita tampil bareng. Enggak ada ketegangan, cair-cair aja happy-happy aja," ungkapnya. 

Sandiaga memastikan, ia dan para menteri lain berkomitmen untuk menuntaskan tugas hingga Oktober 2024. Guna mengawal visi Jokowi membawa negara menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. 

Termasuk para menteri yang terafiliasi dengan partai politik, semisal dirinya yang kini menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Nasional Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

"Kalau dari kami menteri PPP, karena kita PPP, Partai Pendukung Pemerintah. Jadi kita akan teruskan mendukung pemerintah sampai dengan akhir tugas kami. Kalau dengan partai lain tentunya kami belum mendapatkan Informasi itu," tuturnya. 

Jawab Isu Menteri Mau Mundur, Menko Luhut: Silakan Aja, Sudah Ditawarin

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menggunakan Kereta Istimewa yang dioperasikan oleh KAI Wisata (Dok: KAI Wisata)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait rumor ada menteri kabinet yang ingin mundur dari jabatannya. Dia menyebut, seharusnya tindakan itu segera dilakukan jika memang benar ada menteri yang akan mundur.

Menko Luhut mengaku heran belum juga ada menteri yang mengundurkan diri saat ini. Dia memberikan sinyal kalau ini ditujukan kepada menteri yang terlibat dalam kontestasi politik Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Silakan aja mundur, udah ditawarin mundur dan mundur-mundur," ujar Menko Luhutkepada wartawan di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Jumat (26/1/2024).

Meski begitu, dia tak mengungkap jelas siapa menteri yang dimaksudnya itu. Ketika dikonfirmasi soal isu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang dikabarkan siap mundur, Menko Luhut langsung membantahnya.

"Enggak ada. Saya masih ketemu baik kok," tegas dia.

Diketahui, Menkeu Sri Mulyani menjadi salah satu orang yang dikabarkan siap mundur dari kabinet. Nama lainnya yang masuk dalam rumor tersebut adalah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Sementara itu, adanya rencana dari Mahfud MD yang menyatakan siap untuk mundur dari kursi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam).

Respons Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso saat menerima pimpinan bank umum Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/3). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghargai setiap keinginan para menterinya untuk mengundurkan diri dari jabatan yang diembannya. Hal itu dia sampaikan untuk menanggapi pernyataan Mahfud Md yang akan mengundurkan diri sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam).

“Itu hak dan saya sangat menghargai,” kata Jokowi di Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu, (24/1/2024).

Sebelumnya, calon wakil presiden Mahfud Md memastikan akan mundur dari jabatannya sebagai Menko Polhukam. Hal ini dikatakan Mahfud karena Ganjar Pranowo memintanya mundur.

"Apa yang disampaikan Pak Ganjar ke publik sore ini adalah kesepakatan saya dengan Pak Ganjar bahwa saya pada saatnya yang tepat nanti pasti akan mengajukan pengunduran diri secara baik-baik. Jadi tidak ada pertentangan antara settingan Pak Ganjar itu," kata dia pada acara Tabrak Prof! yang disiarkan dalam YouTube Mahfud MD official, Selasa (23/1/2024).

Ia menuturkan, pada penutupan debat cawapres Minggu 21 Januari 2024 lalu, dirinya membacakan pernyataan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah mengangkatnya selama empat setengah tahun sebagai Menkopolhukam. Dan Ia percaya jika Jokowi memiliki niat baik untuk rakyat ketika mengangkat dirinya sebagai menkopolhukam

"Dan saya membantunya sekarang. Pun Saya bersedia bersama Mas Ganjar untuk melanjutkan tugas-tugas karena menurut saya Pak Ganjar adalah calon presiden," ujar dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya