Analis bagikan Dinamika Bitcoin Pasca Persetujuan ETF Oleh SEC

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengamati dampak jangka pendek dari persetujuan ini terhadap volatilitas harga Bitcoin.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 20 Januari 2024, 10:05 WIB
Koin Kripto atau Crypto. Disimak harga kripto hari ini.

Liputan6.com, Jakarta Awal 2024, pasar Bitcoin (BTC) mengalami fluktuasi yang signifikan. Harga Bitcoin sempat mencapai puncaknya di USD 48.000 atau setara Rp 750,3 juta (asumsi kurs Rp 15.637 per dolar AS), yang menyebabkan lonjakan besar dalam kapitalisasi pasar kripto

Namun, tidak lama setelah itu, harga kembali turun ke kisaran USD 42.000 atau setara Rp 656.5 juta, menandakan volatilitas yang tinggi di pasar. Persetujuan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) atas ETF Bitcoin spot telah menarik perhatian para pelaku pasar kripto. 

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengamati dampak jangka pendek dari persetujuan ini terhadap volatilitas harga Bitcoin. Fyqieh mengutarakan kekhawatirannya tentang potensi reaksi "sell the news" di pasar Bitcoin. Menurutnya, pasar mungkin membutuhkan waktu untuk mengkonsolidasikan keuntungan setelah pengumuman penting seperti persetujuan ETF. 

Menurut Fyqieh pasar Bitcoin saat ini masih memberikan sinyal bearish. Persetujuan ETF oleh SEC membuka jalan bagi lebih banyak investor institusional, tetapi kita juga harus waspada terhadap volatilitas yang bisa terjadi sebagai reaksi pasar. 

“Konsolidasi harga saat ini bisa menjadi momen penting sebelum kita melihat pergerakan besar berikutnya," ujar Fyqieh dalam siaran pers, dikutip Sabtu (20/1/2024).

Tren Sideways dan Prospek Kenaikan 

Meskipun harga Bitcoin cenderung menurun setelah lonjakan awal, masih ada kemungkinan tren naik. Analisis terkini menunjukkan BTC sedang menuju ke zona permintaan yang penting, yang bisa menjadi titik balik bagi tren harga selanjutnya. 

Fyqieh menuturkan, baru-baru ini terlihat penurunan drastis dalam volatilitas harga Bitcoin. Harga cenderung datar, bergerak di sekitar level support USD 41.600 atau setara Rp 650,3 juta. Kondisi ini diikuti oleh konsolidasi di sekitar level tersebut, yang berpotensi memicu kenaikan signifikan bila terjadi pemantulan harga dari area support ini. Fyqieh menyambut baik keputusan SEC dan melihatnya sebagai pendorong bagi adopsi Bitcoin yang lebih luas. Namun, dia juga menyadari mencapai adopsi luas mungkin memerlukan waktu lebih lama.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya