Liputan6.com, Jakarta - Istri Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti bersafari politik di Lampung. Dia bakal melanjutkan safari politik hingga ke Palembang, Kamis (11/1/2024).
Menurutnya, selama melakukan safari politik dia bertugas menyerap aspirasi dan kebutuhan warga di tiap-tiap daerah yang didatangi. Nantinya, kata Atikoh aspirasi itu akan digodok jadi program kerja apabila Ganjar-Mahfud Md menang pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Advertisement
"Saya tugasnya adalah mencatat aspirasi-aspirasi, kebutuhan-kebutuhan yang ada di tiap-tiap daerah, nanti tentu akan digodok lagi, ada program nasional, kemudian tentu ada disesuai dengan masing-masing daerah," kata Atikoh di Pasar Modern Unit 2, Banjar Agung, Tulang Bawang, Lampung, Kamis (11/1/2024).
Siti Atikoh menyampaikan, selama dua hari di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung dia mendapati pencegahan stunting yang masif dan efektif di wilayah itu. Tulang Bawang, kata dia menerapkan satu desa satu fasilitas kesehatan dan satu tenaga kesehatan.
"Di Tulang Bawang ini suatu yang luar biasa adalah pencegahan stunting, jadi adanya satu desa, satu faskes, satu nakes, dan satu ambulans," kata dia.
Dia menyebut, penurunan angka stunting di Tulang Bawang, Lampung bahkan melampaui target penurunan stunting skala nasional. Dia berharap program yang sama dapat dipakai di seluruh wilayah lain di Indonesia.
"Ternyata ini sangat efektif menurunkan angka stunting, yang semula lebih dari 30 persen ya bu, 32 persen, bisa turun sekarang 9,5 (persen) Ini tentu dari skala nasional saja sangat melebihi target. Harapannya ini bisa diadopsi di tempat lain," ujarnya.
Atikoh menuturkan, kendati treatment pencegahan stunting dipastikan sama, dia meyakini karakteristik pencegahan yang diterapkan di Tulang Bawang dipastikan turut menyumbang hasil yang maksimal penurunan angka stunting di daerah tersebut.
"Jari planning-nya itu bottom up, tetapi tetap ada yang top down terkait dengan isu-isu seperti nasional," kata Atikoh.
Selain persoalan stunting, Atikoh juga menyerap aspirasi dari pedagang pasar. Di Tulang Bawang, dia menyambangi Pasar Modern Unit 2, Banjar Agung.
Atikoh Blusukan ke Pasar Modern Lampung, Disambut Simpatisan Pendukung Ganjar-Mahfud
Istri Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti blusukan di Pasar Modern Unit Dua, Banjar Agung, Lampung, Kamis (11/1/2024).
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Atikoh tiba di Pasar Modern sekitar pukul 07.23 WIB. Atikoh bertolak dari Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda.
Setibanya di Pasar Modern, Atikoh disambut kader PDI Perjuangan (PDIP) dan massa pendukung yang nampak mengenakan kaus berwarna hitam bertuliskan 3 di bagian belakang dan Ganjar-Mahfud di bagian depan.
Para kader berebut menyalami Atikoh dan mengajak Atikoh berswafoto. Terlihat, mereka berkerumun untuk mendampingi Atikoh bertemu para pedagang.
Para pedagang pasar saling bersahutan memanggil Atikoh agar singgah membeli dagangan mereka. Atikoh singgah ke salah satu pedagang buah yang menjual beragam buah meliputi jeruk, salak, kurma, hingga anggur.
"Senang nggak Bu Ganjar datang ke sini?," kata kader yang mendampingi Atikoh.
"Senang," jawab pedagang.
"Ganjar-Mahfud nomor tiga," teriak salah satu warga.
Beli Salak dan Kurma
Setelah berbincang, Atikoh membeli salak yang dijual pedagang tersebut yang dibanderol Rp10.000 per kilogram (kg). Atikoh membeli salak sebanyak dua kilo dan kurma empat kotak.
"Jadi ibunya beli salak 2 kg Rp20.000 dan kurma empat (plastik) Rp.80.000. Jadi totalnya tadi saya kasih Rp100.000," kata Ibu penjual buah.
Selepas itu, Atikoh berpindah menuju pedagang sembako. Di sana, Atikoh berbincang dengan pedagang sembako, Ririn Agustin.
Ririn bercerita ke Atikoh ihwal harga beras yang mengalami kenaikan karena masa tanam yang mundur. Salah satu jenis beras kini dijual seharga Rp12.000-13.000.
"Rawa jitu biasanya Rp8.000 lebih dikit sekarang Rp12.000, kita jualnya Rp13.500," kata Ririn.
Ririn menyampaikan, mendengar hal itu Atikoh berjanji apabila Ganjar-Mahfud menjadi RI 1 maka pangan dan sembako akan menjadi prioritas. Di kesempatan itu, Atikoh juga membeli dagangan Ririn berupa beras, gula, dan minyak goreng.