Dana Operasi Militer di Aceh Siap Dikucurkan

Anggaran untuk kebutuhan operasi militer di Aceh selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2003 mencapai Rp 1,2 triliun. Dana sudah tersedia di pos cadangan umum APBN dan APBD Nanggroe Aceh Darussalam.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Mei 2003, 08:05 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Departemen Keuangan siap mengucurkan dana Rp 1,2 triliun yang dibutuhkan TNI untuk pelaksanaan operasi pemulihan keamanan di Nanggroe Aceh Darussalam. Uang tersebut berasal dari dana cadangan umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan APBD NAD yang memang disiapkan untuk keadaan darurat. Karenanya, pemerintah tidak perlu lagi meminta izin DPR untuk menggunakan dana tersebut. "Itu dana dari cadangan umum, siap dipakai. Penggunaan cadangan umum [pemerintah] hanya melaporkan kepada Dewan. Langsung saja dipakai," kata Menteri Keuangan Boediono di Jakarta, Selasa (20/5).

Asal tahu saja, sekitar 10 hari silam, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto telah menyerahkan proposal anggaran dana untuk kebutuhan operasi militer selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2003. Tetapi proposal tersebut dikabarkan ditarik kembali oleh Markas Besar TNI dengan alasan ada beberapa hal yang belum dicantumkan dalam proposal itu. Karenanya, diperkirakan anggaran dana operasi militer akan melebihi Rp 1,2 triliun.

Selain anggaran operasi militer, pemerintah juga telah menyediakan dana sekitar Rp 400 miliar untuk bantuan kemanusiaan dan rehabilitasi sosial di Serambi Mekah [baca: Dana Kemanusiaan untuk Aceh Rp 380 Miliar]. Dana ini akan dipergunakan untuk para pengungsi yang diperkirakan meningkat tajam selama operasi militer digelar. Selain itu, dana tersebut juga dialokasikan buat pendidikan, kesehatan, seperti penyediaan makanan dan obat-obatan.(DEN/Dian Wignyo dan Erwin Arief)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya